Berita Bethel
Penulis: Pram (04/05/2019)

Jangan Takut !

Rasa takut tidak menolong keadaanmu, tetapi sukacita karena Tuhan telah mengubah segalanya.Nats : Matius 28:1-10. Ketakutan akan sangat mempercepat hilangnya ketenangan dalam hidup kita.Ketenangan di dalam hidup kita itu tidak datang tiba-tiba.

Butuh pengorbanan yang tidak sedikit untuk memperolehnya. Tapi, sebaliknya ketenangan bisa hilang tiba-tiba, misalnya peristiwa bom di Srilanka yang sudah memakan korban jiwa ratusan orang telah meninggal dunia. Sejatinya, perasaan tenang itu datang saat kita berharap dengan benar kepada TUHAN Yesus Kristus, sumber ketenangan sejati.

Jika Anda menggantungkan harapan anda kepada uang, investasi, pekerjaan, kemampuan individu Anda, dan hal lainnya, ketenangan Anda hanya sesaat saja. Begitu uang atau pekerjaan Anda bermasalah, Anda kembali ketakutan dan kuatir.  Rasa tenang tidak dijamin oleh status sosial dan status jabatan lainnya.

Status pekerjaan dengan gaji dan fasilitas tersedia (Seorang suami atau istri masih berpeluang mendua hati karena hadirnya orang ketiga).

Lewat kisah tentang kebangkitan Tuhan Yesus yang baru saja kita baca. Dalam perikop " Kebangkitan Yesus " (Mat. 28:1-10), menunjukkan dua konteks tentang hidup ini :

Pertama, Rasa takut sangat kuat menjadi daya dorong setiap orang mencari ketenangan.Sebaiknya jangan ditakut-takuti dulu baru datang mencari perlindungan pada Tuhan.

Dalam teks Alkitab, dituturkan beberapa murid perempuan Tuhan Yesus merasakan rindu yang bercampur dengan rasa sedih, akibat kehilangan, hancur dan pilu menjadi satu. Ditengah rasa yang ada mereka memutuskan untuk bisa tetap dekat dengan pribadi Yesus yang telah memikat itu.

Sehingga pagi-pagi benar mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah. Ada keinginan supaya tubuh Yesus bertahan dan tetap utuh jika diberikan rempah-rempah yang mereka bawa.

Meski sempat terpikir oleh mereka, “siapakah yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur ?” (versi Markus). Pertanyaan itu tidak lantas menyurutkan niat mereka untuk tetap mencari Yesus yang menjadi tujuan pencarian mereka (ayat  1-5).

Kedua, sukacita dari Tuhan menjadi kekuatan untuk menibakan kita pada sumber perlindungan. Demikian para Wanita dalam konteks Alkitab, mereka tidak salah alamat, oleh sukacita yang didorong kuat rasa rindu berjumpa pada Yesus sebagai alamat yang tepat.

Belum selesai dengan pertanyaan tentang siapa yang akan menggulingkan batu penutup kubur, mereka harus dikejutkan dengan pemandangan yang ada didepan mereka.Kubur telah terbuka, mayat Yesus tidak ada.

Lagu : Bagi Dia segala pujian, hormat serta syukur.Munculnya dua orang yang berdiri dengan pakaian yang berkilau-kilauan.Kerinduan sempat berubah menjadi ketakutan, segala rasa yang ada membuat mereka tidak berdaya dan kelu hingga hanya bisa termangu-mangu, sampai pada akhirnya Yesus yang menjumpai mereka (ayat 6-10)

Berkat Ilahi apa yang kita peroleh dalam ibadah Paskah pada kesempatan saat ini ?. Pertama, rasa takut tidak menolong keadaanmu." ... janganlah kamu takut,... " (ayat 5).

Rasa takut bisa hadir secara bertubi-tubi ibarat sepasukan musuh yang menyerang dengan menembakkan peluru-peluru yang sangat mengancam keselamatan diri kita. Para wanita yang pergi ke kubur Yesus sedang menghadapi " serangan " rasa takut:

a. Mereka kehilangan figur andalan yang sangat mereka kagumi, Yesus orang Nazareth (Markus 1:24, 10:47, 14:67, 16:6). b. Mereka kehilangan keyakinan akan kebangkitan Yesus (Lukas 23:55-56, 24:5).

c.Maria kehilangan kesadaran (Amnesia) oleh kecurigaan berlebihan (Yoh. 20:1-2 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan)."

Hal terbaik yang dapat kita lakukan, saat berbagai rasa takut coba " mengintimidasi " menakut-nakuti keadaan kita, adalah segera bangkit dan sadarlah bahwa Dia Tuhan yang hidup, Dia penebusmu dan ketenanganmu.Band. Mazmur 46:2 - Jangan jadi amnesia.

Dalam Alkitab ada 365 kali ungkapan " Jangan takut " jumlahnya sesuai dengan jumlah hari kita selama satu tahun. Artinya tidak ada alasan untuk menjalani hari-hari kita dengan ketakutan, kecuali rasa takut akan Tuhan yang harus kita pelihara baik.

Melalui peristiwa paskah, saat ini kita diingatkan agar kita tidak lagi AMNESIA. Tuhan kita tidak mati, Dia bangkit dan hidup, bahkan Dia sanggup mengatasi segala pergumulan kita.

Jangan tiba-tiba menjadi penderita amnesia oleh sejumlah serangan intimidasi rasa takut oleh berbagai, persoalan hidup, semua sudah ada jalan keluarnya disediakan Tuhan yang hidup. Walau dunia sering menawarkan solusi yang serba instan kepada anak-anak Tuhan.

Kalau mau kaya datang ke si A, kalau mau sembuh pergi ke si B. Mata iman kita tiba-tiba tertutup kabut gelap persoalan. Logikanya para dukun yang menjanjikan kekayaan, kedudukan harusnya hidupnya maha kaya, tanpa meminta imbalan pada kliennya.

Namun pernahkah itu menjadi perhatian kita, janji yang tanpa bukti itu kemudian memikat banyak hati untuk diberkati. Ingatlah Tuhan Yesus hidup dan Dia pasti sanggup membangkitkanmu dari keterpurukan rasa takut berlebihan dan tidak menolongmu.

RASA TAKUT TERBESAR SEHARUSNYA ADALAH SAAT KEHENDAKMU SELALU BERSEBERANGAN DENGAN KEHENDAK TUHAN DALAM SELURUH HIDUPMU.SAAT ENGKAU GAGAL MENEMUKAN MAKSUD DAN RENCANA MULIA TUHAN SELAMA MASA HIDUPMU DIBUMI INI.

Kedua, mencari Tuhan, mendatangkan sukacita." ... dan dengan sukacita yang besar... ( ay. 8). Berkat paskah bagi setiap kita adalah SUKACITA yang memberi kekuatan baru untuk melanjutkan seluruh tugas dan tanggung jawab perjalanan hidup kita.

Sukacita akan menghidupkan kesaksian iman kita di tengah dunia ini, kesaksian yang mengalahkan setiap rancangan kuasa iblis.Seperti Maria dan murid-murid lainnya melanjutkan tugas kesaksian mereka setelah berjumpa dengan sumber sukacita ( ay.10).

Senada dengan hal itu, Pemazmur berkata: " Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan.. " Band. Mazmur 46:9 - Pandang pekerjaanNya.

Kita seringkali kehilangan suka cita, karena mata dan perhatian kita terlalu banyak melihat perbuatan dan pekerjaan manusiawi pada berbagai peristiwa dan kejadian yang seijin Tuhan terjadi dan kita menjadi gagal untuk fokus melihat akan adanya pekerjaan Tuhan dibalik semua peristiwa tersebut.

Firman Tuhan berkata  “carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat”. Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus tidak pernah salah mengambil keputusan iman, meski ditengah gundah gulananya suasana hati, mereka tetap rindu bertemu lalu mencari Tuhan Yesus.

Mereka tidak salah alamat. Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup. Ini alamat yang tepat untuk siapapun menemukan kelegaan. Firman Tuhan katakan bahwa “…….dengan sukacita besar mereka berlari cepat-cepat…….”. Mereka belum jumpa Yesus saja sudah bisa bersukacita besar, apalagi sudah berjumpa.

Paskah adalah berita sukacita bagi setiap kita, bahwa Dialah sukacita kita, yaitu Yesus yang telah bangkit mengalahkan maut dan hidup dalam kita. Jadi, diamlah dan ketahuilah bahwa Dialah Tuhan, ditinggikan diantara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi - bersukacitalah menghadapi ketakutanmu.[Pdt. Yusuf Sumitro, MTh].