Berita Bethel
Penulis: Pram (04/05/2019)

Hosana, Raja Damai [Matius 21:1-11]

Secara manusiawi, sambutan kita pada seseorang sering dipengaruhi oleh siapa dan apa seseorang dalam status hidup sosialnya, sehingga kita terjebak dalam perlakuan tidak tulus bahkan tidak normal kepada sesama.

Cara kita menyambut seseorang menjadi ajang mencari nilai dan harga diri kita sendiri, tanpa peduli nilai hidup orang lain.Melalui perikop " Yesus, dielu-elukan " ( Matius 21:1-11), Matius menuliskan :

1. Kehadiran Yesus di kota Yerusalem disambut dengan elu-elu dan ucapan " Hosana, Raja Damai " disertai dengan menghamparkan pakaian mereka dan ranting-ranting disepanjang jalan yang dilalui Yesus menunggangi seekor keledai muda.

Kebiasaan orang Yahudi bila kedatangan seorang raja adalah menyambutnya dengan elu-elukan daun-daun Palem. Apa yang mendorong mereka memperlakukan Yesus sebagai Raja Israel ?.

Dalam konteks yang terdekat karena mereka telah melihat Yesus membangkitkan Lazarus. Mereka mengira bahwa Yesus yang penuh kuasa ini adalah raja yang telah lama dinantikan dan yang akan tampil sebagai pemimpin bangsa Israel   secara lahiriah dengan pedang di tangan.

2. Kata Hosana sendiri berasal dari bahasa Ibrani yaitu Hosyi'ah Na yang terdiri dari 2 kata Yasha dan memiliki arti menyelamatkan dan Na memiliki makna suatu permohonan atau doa yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu Aku Berdoa Bagimu Tuhan Dan Selamatkan Aku Saat Ini.

3. Jadi, kata" Hosana Raja Damai " dalam konteks Alkitab, bermakna sebagai suatu doa penduduk Yerusalem agar kehadiran Yesus menghadirkan keselamatan besar.

Mereka yakin bahwa Yesuslah Raja dan juga Mesias yang dijanjikan Allah untuk menyelamatkan mereka dari penindasan dan belenggu penjajah, karena mereka telah melihat wibawa dan kuasa yang ada pada Yesus. Karena keyakinannya itu maka mereka menyambut dan mengelu-elukan Yesus dengan melambaikan daun Palem.

Apa yang menjadi kebenaran Ilahi dari ucapan " Hosana Raja Damai " tersebut ?. Pertama, harapkan keselamatan masa kekal lebih penting dari kemujuran masa kini. ( ayat 1-5 )

" Tuhan memerlukannya... " (ay. 3). Apa yang terjadi jika suatu kali diantara kita kehilangan harta benda dan kekayaan materi yang telah kita perjuangkan begitu lama untuk memperoleh segalanya?.

Secara umum rasa sakit hati, kecewalah yang akan terjadi. Jangan sampai tindakan upaya melindungi keselamatan harta benda, lebih serius dari pada memikirkan keselamatan kekal.

Apakah doa-doa kita sangat serius dalam permohonan kepada Tuhan akan kemujuran lahirian masa kini akan segala sesuatu yang kita miliki, lebih dari memohon keselamatan bagi seisi keluarga, teman dan sahabat serta orang lainnya yang belum menerima keselamatan dari Yesus Tuhan ?.  Frase " Tuhan memerlukan " bermakna:

a. Tuhan memerlukan doa kita. b. Tuhan memerlukan daya kita (tenaga). c. Tuhan memerlukan dana kita (harta) Untuk dipakaiNya menyatakan keselamatan kekal bagi seisi keluarga, teman dan sahabat serta orang lainnya, yang harusnya kita responi dengan bahagai lewat kata Hosana.

Band. Mazmur 118:25 - Keselamatan lebih utama daripada sejumlah kemujuran hidup. Jangan jadi orang yang pelit dalam memperlakukan sesamamu secara wajar dengan apa yang ada padamu. Jadi, sambutan kita pada siapapun harusnya didorong oleh harapan akan keselamatan kekal dari Yesus dialami oleh siapapun.

Kedua, sambutlah Yesus sebagai Raja Damai, itulah berkat yang terbesar (ayat 6-11). " ... diberkatilah Dia yang datang... " ( ay.9 ). Dalam teks Alkitab, Yesus menaiki keledai dalam perjalanan memasuki Yerusalem. Keledai bukanlah binatang tunggangan yang hina.

Keledai juga dipakai oleh raja atau seorang pemimpin, tetapi dipakai dalam keadaan damai. Jangan pernah merasa hina saat hidupmu tidak sejaya siapapun, asal engkau menyambut Yesus sebagai Raja Damai yang menghadirkan suasana damai sejahtera melebihi semua kejayaan duniawi.

Boleh saja kita bangga menyambut Tuhan karena beriman dan berharap akan segala pemberianNya lewat kasih dan kuasa-Nya. Tetapi, rasa bangga kita harus didasari pada kerelaan mempersilahkan Yesus menjadi Raja Damai di seluruh area kehidupan kita.

Band. Zakharia 9:9 - Jangan malu mengekspresikan damai sejahtera di hatimu yang bersumber dari Yesus Raja Damai. Tidak semua kejayaan manusia adalah berkat, tetapi menyambut Yesus Raja Damai untuk memasuki seluruh pusat area hidupmu (Yerusalem) adalah awal segala berkat menuju kejayaan gilang gemilang. [Pdt. Yusuf Sumitro, MTh].