Berita Bethel
Penulis: Pram (11/05/2019)

Cegah Dini Kanker Mulut Rahim [Cervical Cancer]

Seminar Kesehatan dengan tema "Apakah HIV bisa menyebabkan kanker leher rahim ?", digelar Departemen Pelmas BPH GBI bekerja-sama dengan Persekutuan Dokter GBI [Graha Bethel, Jakarta-Sabtu, 11/5]. Pdt. Didimus F [Ka Biro Pelmas BPH GBI] membuka seminar dengan doa.

Nara sumber ialah dr. Stella Shirley Mansur, SpOG dan moderator dr. Lia. Diawali dengan pemutaran video tentang Michael Baldwin seorang warga negara AS yang mengidap penyakit ini dan bertahan hidup.

Ia kemudian menyusuri Sungai Gangga di India, ia pergi ke India untuk memberikan semangat bagi penderita yang sama dengannya. Itulah, mengapa ia dijuluki Lady Gangga. Ia kemudian membuat sebuah film [pendek] bahwa kanker serviks itu adalah pembunuh.

Himalayan World Project melakukan pemeriksaan dan salah satunya terhadap seorang wanita India, Nirza. Ia terdeteksi kena pra kanker serviks dan jika tidak ditangani, akan menjadi serius. Ia memperoleh tindakan secepatnya oleh team dokter.  

Lebih lanjut, dr. Stella Shirley Mansur, SpOG [foto inzet kanan atas] membahas apakah itu HPV [Human Papillomavirus] ?. Menurutnya, HPV ialah masuk kategori Penyakit Menular Seksual.

Ia menyampaikan penanganan kanker serviks yang terdiri dari tiga tahap yaitu 1. Pencegahan : edukasi, penggunaan kondom, dan vaksinasi. 2. Deteksi dini : papsmear [berkala], dan VIA.3. Pengobatan : Kemoterapi, dan radioterapi.

Selain itu, step selanjutnya ialah tindakan vaksin. Pemeriksaan rutin ke dokter obsgyn [spesialis kandungan].Terdapat dua tipe virus HPV yaitu : 1. Virus HPV low risk : tidak sebabkan kanker, menimbulkan kutil kelamin, radang serviks, penyebab paling sering tipe 6 dan 11 [keputihan].

2. Virus HPV High risk : penyebab utama kanker serviks, 70% kanker serviks oleh tipe 16 dan 18, tipe lainnya dapat menyebabkan kondisi pre-kanker [CIN].

Penularan HPV melaui sarana : 1. Rute seksual : seks biasa, oral seks, penggunaan sex toys, memiliki pasangan lebih dari 1, pasangan yang memiliki pasangan lebih dari 1.

2. Skin to skin contact : Toilet umum, handuk, baju dalam saling pinjam-meminjam. Apakah kondom bisa cegah HPV ? : Tidak karena ada area yang tidak terlindungi, penularan melalui skin to skin. Kondom tidak bisa cegah kutil kelamin.

Ia kemudian mengutip Data WHO PBB bahwa tercatat 530.000 perempuan didiagnosa menderita kanker perviks dan 275.000 diantaranya meninggal [80% terjadi di negara berkembang].

Lebih memprihatinkan lagi tercatat data di seluruh dunia : setiap 1 menit = 1 kasus, setiap 2 menit = kematian. Sementara itu, di Indonesia : setiap hari = 41 kasus baru. Setiap hari 20 kematian.

Ia kemudian mempresentasikan dalam bentuk gambar bentuk-bentuk mulut rahim mulai dari normal [mulus], kemudian kena HPV perlu waktu 3-17 tahun sampai timbul pra-kanker. Perlu papsmear [3 tahun harus papmears]. CIN-1 tanpa gejala. CIN II dan II.

"Jika pasutri selesai melakukan ML dan kemudian ada fleks darah atau keluar darah sedikit, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter," tegasnya.

Kutil Kelamin. Lebih lanjut, nara sumber memeparkan soal kutil kelamin. Kutil kelamin  tidak hanya terjadi pada wanita saja, namun bisa terjadi pada pria akibat tidak sunat.

Pada sesi akhir presentasinya, ia menjelaskan soal penyebab infeksi HPV : 1. Pernikahan usia muda [20-29],berganti pasangan, hubungan seksual di usia sangat muda, kurang kebersihan vagina dan lain-lain. Pria dapat menularkan HPV. Sesi berikutnya adalah tanya-jawab.