Berita Bethel
Penulis: Pram (15/05/2019)

Tantangan STT di Lingkungan GBI

Dalam acara Koordinasi STT di Lingkungan GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham menyampaikan bahwa ada 5 tantangan yang tengah di hadapi oleh Sekolah Tinggi Teologia (selanjutnya disebut STT) di lingkungan GBI, Acara diadakan oleh Departemen Pendidikan dan Latihan GBI di Hotel Grand Diara, Bogor[15-16 Mei 2019]. Ketua Umum BPH GBI membuka acara dengan sesi pengarahan. Sebelumnya beliau melayani sesi ibadah pembukaan.


Menurut Ketua BPH Bidang Teologia dan Pendidikan GBI ini, 5 tantangan tersebut adalah:1.Sistem dan Administrasi.STT memiliki tanggung-jawab besar untuk menyusun Borang, Laporan Beban Kerja Dosen (BKD), dan jabatan fungsional (Jafung) dosen. Penyusunan laporan-laporan ini harus dikerjakan sesuai dengan format dan prosedur yang sesuai dengan tuntutan Dikti.


Dalam hal STT perlu merekrut tenaga ahli yang kompeten dalam menyusun berbagai laporan tersebut dan jika STT yang bersangkutan tidak memungkinkan dalam memenuhi sistem dan admintrasi standar Sekolah Tinggi, maka disarankan untuk membuka Sekolah Alkitab saja.


2.Fasilitas dan Keuangan. Permasalahan lain yang harus dihadapi STT adalah fasilitas dan keuangan, banyak STT yang belum memiliki fasilitas yang mempuni dan keuangan yang mencukupi.


Oleh karena itu perlu penekanan fungsi yayasan dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Yayasan dapat secara optimal berkoordinasi dengan gereja bahkan pengusaha untuk terlibat dalam mengatasi permasalahan tersebut.


3.Kurang Mahasiwa. Selain itu, kurangnya mahasiswa menjadi permasalahan yang juga cukup mendapat perhatian. Banyak STT yang mengalami penurunan jumlah mahasiswa. Untuk itu solusi dalam permasalah ini adalah melakukan promosi sekolah, mengadakan sponsorship, dan progam Sekolah Kependetaan Online untuk pejabat GBI.


4.Kurang Mendalami Ilmunya (Orientasi Gelar).Banyaknya mahasiswa STT yang kurang mendalami ilmunya akibat orientasi gelar juga menjadi hal yang harus diselesaikan. Dalam hal ini solusinya adalah pemaksimalan kapasitas dosen dalam mengajar agar transfer ilmu pengetahuan dosen kepada mahasiswa menjadi lebih optimal.


Up-grading dosen dapat dilakukan dengan cara membaca buku-buku terbaru sesuai dengan bidang ampuhannya, mengikuti pelatihan-pelatihan, dan dukungan dari STT dengan menyediakan referensi buku-buku berkualitas.


5.Kurang Spiritualitas dan Kompetensi Pelayanan. Sebagai Sekolah Tinggi di lingkungan gereja, maka spiritualitas dan kompetensi pelayanan lulusan menjadi penting. Dalam mengatasi masalah kurangnya spiritualitas dan kompetensi pelayanan mahasiswa STT, maka perlu dicarikan solusi yaitu :


1.Tenaga kependidikan perlu menjadi teladan dalam spiritualitas dan moral. 2.Memberikan pelayanan konseling dan menjalankan mentoring kepada mahasiswa. 3.Menekankan roh dan nilai-nilai pentakosta.4. Mendorong mahasiswa melakukan dan menjalankan praktik pelayanan. [Dr. Rode Rini].