Berita Bethel
Penulis: Pram (25/06/2019)

Pelatihan Tagana Unsur Rajawali Angkatan 46 di Mamasa - Sulawesi Barat

Dimulai dari kerinduan Tim Peduli kasih dari Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Toraja Mamasa (BPMS-GTM), Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dapat membantu saudara saudara yang terkena musibah bencana di Palu- Sulawesi Tengah.

Saat menghadiri Sidang MPL PGI di Safari Hotel Cisarua pada Januari 2019 yang lalu, Pdt. Deppatola Pawa, S.Th, MM mendengarkan penyampaian dari Sinode GBI perihal penanganan musibah bencana yang dilakukan TAGANA Rajawali, dan merekrut para relawan dengan pengadaan pelatihan dasar unsur rajawali. Mendengar hal itu Pdt. Deppatola Pawa, S.Th, MM, rindu kegiatan pelatihan dapat terlaksana di Mamasa.

Setelah pertemuan dengan  team TAGANA Rajawali, Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 28-30 Maret 2019 di GTM Convention Hall Center. Para peserta adalah anggota gereja dari Sinode GTM dan beberapa peserta dari Sinode GBI. jumlah yang mengikuti pelatihan sangat besar, kurang lebih 500 orang.

Pembukaan dihadiri Marthinus Tiranda, Wakil Bupati Mamasa dan secara resmi membuka pelatihan dasar Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Unsur Rajawali Indonesia.

Wakil Bupati Mamasa memberikan apresiasi kepada Panitia dan TAGANA Rajawali dapat melaksanakan Pelatihan di Mamasa sehingga para peserta  yang hadir dapat mengerti tentang tanggap bencana.

Dalam kata sambutannya, ada 3M yang dimiliki oleh para peserta sebagai relawan yaitu : Menolong, Membantu dan Mendoakan. Masalah musibah bencana bukan saja menjadi masalah pemerintah tetapi menjadi masalah gereja dan kita semua.

Pdt. Didimus Fingkreuw, M.Th selaku Ketua Yayasan RAJAWALI Indonesia dan Ketua Biro Pelmas Departemen Pelayanan Masyarakat GBI menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Sinode GTM kepada TAGANA Rajawali untuk melaksanakan Pelatihan Dasar Unsur Rajawali Angkatan ke 46 di Mamasa, dengan jumlah yang cukup besar tidak seperti angkatan pelatihan lainnya.Melalui pelatihan ini para peserta siap menjadi relawan - relawan yang Melayani dengan kasih tanpa pamrih, Pantang pulang sebelum menolong.[Lasma]