Berita Bethel
Penulis: Pram (24/07/2019)

Perlu Pahami Tata Kelola Aset Pelayanan

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly hadir membuka "Semiloka Advokasi Hukum dan HAM Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia" [foto kiri bawah, no 2 dari kiri].Beliau adalah keynote speaker acara ini.

Tema acara ialah "Pengelolaan Aset Lembaga Keagamaan Kristen Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia". Lokasi acara bertempat di Grha Oikumene PGI, Jalan Salemba, Jakarta-Pusat [Selasa, 23/7].

Semiloka diadakan berkat kerja-sama GBI, PGI, MPK, YKI dan YBD. Sebelum sesi opening, Ketua Umum BPH GBI menyampaikan renungan Firman Tuhan dari nats Efesus 4: 11-13. Pemahaman bagaimana mengelola aset pelayanan, institusi, gereja sangatlah perlu, hal itu kalimat awal Pdt. Dr. Japarlin Marbun.

"Saya bersyukur sebab para praktisi di bidang hukum bisa berhimpun bersama-sama. Semua terlibat sesuai dengan karunia masing-masing. Apapun potensi, pengetahuan, semua berasal dari Tuhan. Gereja perlu hikmat, talenta, dan lain-lain untuk pembangunan tubuh Kristus," tegasnya.

Ia berpandangan bahwa tema Semiloka ini sesuai dengan kondisi di ladang Tuhan yaitu gereja perlu memikirkan tata kelola aset. Tujuannya ialah agar di kemudian hari tidak terjadi persoalan yang bisa memunculkan keributan.

"Dengan demikian, gereja bisa menjadi garam dan terang dunia, tak ada lagi ribut-ribut soal aset pelayanan [gereja]," ujarnya.Para praktisi hukum bisa membantu rekan-rekan hamba Tuhan, gereja yang menghadapi masalah hukum soal aset ini, sebagai salah satu bentuk pembangunan tubuh Kristus, demikian harapan Pdt. Dr.Japarlin Marbun.

Kata sambutan berikutnya dari Ketua Panitia dan Sekum PGI, Pdt. Gomar Gultom. Selanjutnya,  acara digelar di Wisma Remaja PGI, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat [24-25 Juli 2019].

Hadir pejabat BPH GBI masing-masing Pdt. Josafat Mesach, MTh, Henny Dondo Kambey [Ka.Biro Keuangan], Pdt. Dr. Hanan Soeharto selaku pimpinan LBH Bethel Indonesia, Raja Harefa [Ka. Biro LBH Bethel Indonesia].