Berita Bethel
Penulis: Pram (24/08/2019)

Opening Diklat Calon Pendeta GBI 2019

Kata sambutan Ketua Panitia Diklat [Pdt. Naftali Untung, MTh] mengawali opening Diklat Calon Pdt di Royal Safari Hotel, Cisarua, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa-Barat, [Sabtu, 24/8], jam 13.10 WIB.

Ia melaporkan jumlah peserta mencapai angka 916 orang. Peserta terbagi di tiga lokasi untuk mengikuti materi-materi Diklat masing-masing di Royal Safari Hotel, Grand Ussu dan Grand Diara.

Diklat mulai tanggal 26 - 27 Agustus 2019 [siang], selanjutnya peserta akan menuju ke SICC Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat untuk mengikuti opening persidangan Sinode XVI.

Ketua Umum BPH GBI, Pdt.Dr. Japarlin Marbun menyampaikan renungan Firman Tuhan dengan mengutip nats KIS 1:8  Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.Itu kalimat terakhir sebelum Yesus terangkat naik ke Surga.

Lebih lanjut, ia menjelaskan alasan pendirian GBI sesuai dengan nats di atas dan sesuai juga dengan pembukaan Tata Gereja yaitu GBI dipanggil Allah untuk menyelesaikan Amanat Agung [Matius 28:19-20] dengan kuasa Roh Kudus [KIS 1:8]. "GBI ada di 26 negara. Ini untuk memenuhi Amanat Agung Kristus," ujarnya.

Selanjutnya setiap orang yang diselamatkan Injil Kristus, mereka harus alami pertumbuhan rohani [Kolose 3:10] dan diperlengkapi untuk membangun tubuh Kristus [Efesus 4:12]. Melalui Diklat para peserta akan diperlengkapi dengan manajemen gereja dan lain-lain.

GBI berperan membangun karakter dan mendewasakan anggota jemaat sehingga menjadi serupa dengan Kristus [Roma 6:19; 8:29]. Untuk mencapai hal itu, seseorang pelayan Tuhan harus mencapai dan mengalami terlebih dahulu, baru kemudian jemaat yang ia gembalakan. Hal itu harus dikerjakan, jangan merasa cukup bila selesai melayani ibadah raya.

GBI terbesar di Indonesia dan bahkan punya pengaruh yang besar. Ada Jenderal aktif menjadi hamba Tuhan GBI, professional di banyak bidang, Rektor menjadi hamba Tuhan GBI. Kita wajib bersyukur kepada Tuhan.

"GBI berperan dalam pelayanan masing-masing : 1. Penginjilan. 2.Pengajaran. 3. Penggembalaan, 4.Persekutuan.5.Peribadahan.6.Pelayanan. 7. Penatalayanan. Kita punya teologia GBI, SOM-1 dan SOM-02 [Berakar, bertumbuh, berbuah dalam pelayanan]," ujarnya.

Ketum BPH GBI menyampaiakn Misi GBI  yaitu 1.Pemberitaan kabar baik untuk segala bangsa. 2. Menjadikan orang percaya murid Kristus. 3. Melengkapi orang percaya untuk pekerjaan pelayanan bagi pembangunan tubuh Kristus.4. Meningkatkan persatuan dan kesatuan tubuh Kristus.

Ia menambahkan 7 pokok program GBI 2014-2019 yaitu : 1. Pemberdayaan pejabat dan warga gereja. 2. Pekabaran Injil, misi dan penanaman gereja. 3. Pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

4. Penguatan organisasi dan kepemimpinan. 5. Pengembangan pendidikan dan ajaran. 6. Penguatan jemaat lokal. 7. Peningkatan peran GBI bagi bangsa dan negara.

"Kami berterima-kasih kepada GBI karena GBI telah berperan bagi pembangunan bangsa," ujar Jokowi. Hal itu disampaikan Presisden bulan April 2017 ketika Jokowi mengundang BPH GBI menghadap Beliau di Istana Negara.

Periode lalu, Pdt. Dr. Japarlin Marbun telah mencanangkan GBI MANTAP 2015 - 2019 : M = maju. A = andalkan Tuhan. N = Niat tulus dan kudus. T = Tertib Organisasi. A = Ayomi. P = Profesional.

Selama periode pelayanan sebagai Ketum BPH GBI, pihaknya telah melakukan serangkaian peningkatan : Pemantapan organisasi [data base/SDM]. Keuangan [Kerja-sama BCA/BRI, Virtual Account]. Saat ini Gembala bisa buka rekening bank atas nama Gereja GBI.

3. Fokus program [PI/Misi : 1.200 jemaat, church planting GBI]. 4. Rekrutmen pejabat [Pdp/Pdm/Pdt].5. Kesatuan/ Unity internal Gereja. 6. Penguatan organisasi Pusat-Daerah [Rakor]. 7. Peran Gereja bagi Bangsa dan Negara.

Berikutnya, Ia akan mencanangkan GREAT HARVEST yaitu G = Growing Church. R = Relevant Church. E = Excellent Service Church. A = Accountable Church. T = Transform Nations [metransform bangsa-bangsa].  Gereja masuk ke era digital. Launching aplikasi GBI [free] dan sekolah pelayanan online [BELL=Bethel online learning] nanti saat sidang Sinode.

Pdt. Dr. Purim Marbun, MTh menjelaskan warna tali badge berbeda-beda bukan untuk diskrimininasi terhadap peserta. Itu hanya pembagian lokasi Diklat [Royal Safari Hotel,Grand Ussu dan Gran Diara].  "Kembangkan kompetensi skill dengan peningkatan SDM GBI menjadi SDM unggul," ujarnya.

 

Sesuai jadwal, hari pertama [Sabtu, 24/8] opening dan sesi pertama [Etika Kependetaan] semua peserta mengikuti Diklat di Royal Safari Hotel. Mulai besok - penutupan [25-27/8] peserta mulai dibagi-bagi ke dua hotel di atas.  "Selesai Diklat diharapkan makin terampil dalam mengelola gereja dan pelayanan", tutup Pdt. Dr. Japarlin Marbun.

 

Tepat jam 14:45 WIB, Ketum BPH GBI membuka secara resmi Diklat dengan pemukulan gong didampingi pejabat BPH GBI, Ketua Panitia Diklat, Pdt. Dr. Purim Marbun, MTh. Sesi selanjutnya adalah sesi pertama dengan tema Kode Etik untuk Pendeta [Gembala] GBI yang disampaikan oleh Pdt. Dr. dr. Dwidjo Saputro.