Berita Bethel
Penulis: Pram (24/08/2019)

Pembinaan Teologia GBI : Selamat Karena Anugerah Tuhan

"Anugerah Allah yang diterima oleh iman bukan karena perbuatan baik manusia", demikan kata Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh selaku nara sumber sesi kedua Diklat Calon Pendeta di Royal Safari Hotel, Cisarua, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa-Barat, [Sabtu, 24/8, 16.50 WIB].

Ayat pendukung statementnya adalah Efesus 2:810. Sebaliknya, agama adalah usaha manusia untuk mencapai Allah.  Anugerah adalah usaha Allah mencapai mansuia [Yohanes 15:16].

Tanggapan GBI tentang keselamatan adalah orang di masa PL selama beriman kepada Allah yang menjanjikan Mesias akan datang. Nats Kejadian 3:15 [Proto Evangelium]. Abraham dibenarkan oleh iman [Roma 4:3]. "Kita percaya Mesias yang sudah datang yakni Yesus. Sebaliknya, ajaran lain [di luar GBI] mengajarkan orang yang hidup zaman PL selamat karena perbuatan baik," ujarnya.

Ajaran GBI  adalah hati nurani mengarahkan pada Hukum Taurat [Roma 2:11-16], padahal Hukum Taurat tidak menyelamatkan [Galatia 3:6,11], apalagi hati nurani. Seperti Abraham, semua orang hanya dibenarkan oleh iman.Sebaliknya, ajaran lain [di luar GBI] mengajarkan manusia, suku terasing yang tidak pernah mendengar Injil bisa selamat.

Yesus jalan satu-satunya keselamatan [Yoh 14:6] dan harus percaya kepada Dia [Yoh 3:16,18]. Kesalehan manusia sperti kain kotor [Yes 64:6].

Apakah Yesus Kristus satu-satunya jalan keselamatan ?. Terdapat 3 pandangan, namun GBI percaya terhadap pandangan nomor 2 [Ekklusivisme].

1. Pluralisme : Tidak ada kebenaran mutlak, semua relatif. Yesus hanya salah satu jalan. Semua agama bisa menyelamatkan, asal orangnya taat kepada agamanya.

2. Ekklusivisme : Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan [Yohanes 14:6, Kis 4:12] Orang harus percaya kepada Kristus.GBI percaya hal ini.

3. Inklusivisme : Yesus satu-satunya jalan, tetapi ada hidden/unknown Christ di berbagai agama. Allah berinkarnasi dalam Yesus menurut Kristen, tapi Allah juga berinkarnasi dalam semua agama dan kebudayaan.

Pandangan berikutnya adalah soal penginjilan ke dunia orang mati. Setelah mati, manusia akan dihakimi. Bukan diinjili [Ibrani 9:27] dan I Petrus 3:19. Ajaran lain mengajarkan penginjilan buat arwah orang mati. Dasar paham ini adalah  Yesus juga memberitakan Injil kepada roh orang mati. GBI menolak pandangan penginjilan buat dunia orang mati.

Perihal hubungan Gereja dan Israel, GBI berpandangan bahwa GBI percaya ada kesinambungan antara Israel dengan gereja. Keduanya adalah umat Allah tetapi dengan dua sistem kepercayaan yang berbeda dan terpisah yang akhirnya [akhir zaman] akan menjadi satu umat,asal mereka percaya kepada Kristus.

Tiga pandangan hubungan Israel PL - Gereja PB, GBI percaya teologi nomor 3 [Teologi Remnant/sisa] :1. Teologi Pemisah : Israel berbeda dengan Gereja. Janji kepada Israel tidak dialihkan ke gereja.2. Teologi pengganti : Israel bukan umat pilhan Allah lagi. 3. Teologi Sisa [Remmant] : Sisa Israel akan tetap alami penggenapan janji Allah. Khususnya tentang tanah perjanjian dan Raja kekal. GBI percaya hal ini.

GBI menolak sikap anti-semit yakni genosida umat Yahudi, menolak rasisme dan pembantaian massal.GBI tidak punya keterikatan dalam tradisi dan keagamaan Yudaisme. Namun memaknai ulang tradisi Yudaisme seperti Paskah dan Pentakosta. "Kita tidak rayakan hari keluarnya kita dari Mesir. Pentakosta adalah hari lahirnya gereja buat GBI", tandasnya.

Secara politis, GBI tidak punya hubungan secara khusus dengan Israel. Israel adalah tanah perjanjian buat orang Yahudi, tapi  bukan buat orang Kristen. Tuhan berikan tanah perjanjian kekal buat orang Kristen. GBI memandang Israel sebagai lokasi wisata [ziarah rohani] karena memiliki tempat-tempat yang tercatat dalam Alkitab, namun tidak memiliki unsur relegi-magis. "Kita perlu berdoa untuk Israel agar bertobat. Jangan jadi orang Kristen ke-Yahudi-Yahudian. Jadilah Kristen Indonesia", tegasnya.

Pembahasan selanjutnya beralih ke materi Tritunggal. Allah Esa tapi Tritunggal = 1 hakekat, 3 pribadi. Kristen adalahmonotheisme [Ulangan 6:4], Markus 12:29, I Timotius 2:5. Belive in One God. "Allah orang Kristen bukan 3, tapi Allah Tritunggal," tegas Pdt. Rubin.

Bagian terakhir, ia menegaskan kembali bahea Tritunggal  adalah 1 hakekat 3 pribadi. Ia mengatakan Tertulianus adalah orang pertama yang menggunakan istilah Tritunggal [Konsili Nicea].

Pengampunan dosa sesuai pandangan GBI adalah selalu tersedia, namun kita harus memintanya dengan mengaku dosa [I Yohanes 1:9 dan Yakobus 5:16]. Namun paham hypergrace ajarkan orang tak perlu mengakui dosa lagi.Kasih karunia bukan untuk hidup dalam dosa.

 

Pemaparan selesai jam 17:50 WIB dan kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab. Sampai berita ini di-up load, sesi masih berlangsung.