Berita Bethel
Penulis: Pram (29/08/2019)

Sikap GBI : LGBT adalah Dosa

Ketua BPH GBI periode 2019-2023, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham mempresentasikan sebagian isi buku Teologia GBI. Ia berbicara tentang Baptisan Roh Kudus di Sidang Sinode GBI XVI. Sidang bertempat di SICC Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat [Kamis, 29/8].

"Bahasa Roh adalah tanda awal baptisan Roh Kudus", kata Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham mengawali persentasinya.Lebih lanjut ia mengatakan Bahasa Roh masih ada sampai hari ini dan akan berhenti bila yang sempurna tiba [I Korintus 3:8-12]. Manifestasi Bahasa Roh terdiri dari dua jenis masing-masing :

1. Glossolalia [bahasa yang tidak dipahami oleh orang yang mengucapkannya]. 2. Bahasa asing [suatu bahasa asing yang diucapkan seseorang, padahal ia belum pernah mempelajarinya namun menuntun, menegor orang lain menuju pertobatan].

Bahasa Roh dalam ibadah memiliki fungsi yakni : 1. Tanda awal Baptisan Roh Kudus [KIS 2:4, 10:46]. 2. Salah satu dari sembilan karunia [I Kor 12:10, 28,30]. 3. Karunia Bahasa Roh untuk bernubuat, membangun jemaat, hanya diucapkan 2-3 orang secara bergantian dan ada yang menafsirkannya. 4. Bahasa Roh sebagai tanda Baptisan Roh Kudus. Bahasa Roh bertujuan untuk dipergunakan dalam doa, penggembalaan dan membangun diri sendiri.

Berkaitan soal dinamika perpolitikan, Ketum BPH GBI ini menegaskan GBI tidak berpolitik praktis.Namun, GBI selama ini melakukan dialog dengan lintas agama, mendukung Pemerintah dalam memberantas korupsi dan lain-lain. Para pejabat BPH GBI, Gembala GBI yang akan terjun dalam perpolitikan, dipersilahkan untuk cuti [berhenti sementara] dari GBI.

GBI menyatakan sikap bahwa LGBT adalah dosa. Ketum BPH yakin bahwa melalui kuasa Yesus Kristus dan Roh Kudus mampu mengubahkan orang berdosa. "GBI menyerukan empati terhadap mereka, sesuai nats I Korintus 6:9-11. Pimpin, bimbing agar mereka keluar dari dosa," tegasnya. Lebih lanjut, ia mengatakan GBI tidak melibatkan dan tidak mentahbiskan LGBT, heteroseksual menjadi pejabat BPH GBI dan Gembala GBI.

Pada akhir presentasinya, Ketum BPH membahas persembahan persepuluhan dan pola kepemimpinan gereja. Sesi selanjutnya adalah tentang Membangun Generasi Muda dengan nara sumber Ps. Tan Seow How.