Berita Bethel
Penulis: Pram (01/10/2019)

Semiloka Penanganan Masalah Anak

Berbagai permasalahan terhadap anak yang hingga saat ini masih belum dapat terselesaikan, menjadi isu penting baik nasional maupun internasional.


Tantangan atas perlindungan anak menjadi salah satu dari agenda yang diprioritaskan oleh Gereja Bethel Indonesia sebagai salah satu wadah keberadaan anak, dimana gereja seharusnya memberikan kontribusi bagi pemajuan, perlindungan dan pemenuhan hak anak.


Dalam hal ini Paralegal Bethel Indonesia, kesulitan dalam menyelesaikan kasus tersebut karena kurangnya pemahaman mengenai penyelesaian kasus anak.


Berdasarkan hasil pertemuan paralegal pada monthly Fellowship Paralegal tanggal 26 Juli 2019 di Graha Bethel, Jakarta maka disepakati adanya acara Semiloka Perlindungan terhadap Anak Indonesia.


Semiloka bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Paralegal agar dapat mengoptimalkan peran Paralegal Bethel Indonesia melaksanakan pelayanan ke-paralegal-an di bidang perlindungan anak, memahami regulasi terkait perlindungan anak, memahami konsep perlindungan anak secara holistik, memiliki strategi perlindungan anak yang berbasis preventif dan pendampingan, serta membangun komitmen kemitraan untuk perlindungan anak dengan para penegak hukum.


Semiloka ini bekerja-sama dengan BPD GBI DKI Jakarta dan Gereja Lokal di wilayah Jabodetabek dan Lembaga – lembaga Pelayanan Anak yang telah bermitra dan tergabung di Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB).


Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 10 sda 11 September 2019 di Graha Bethel, Jakarta dengan narasumber dari berbagai instansi yang berperan dalam penangan masalah anak seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, JPAB, ECPAT serta nara sumber lainnya.


Untuk memaksimalkan perlindungan anak di Indonesia kita tidak bisa hanya berpangku tangan dan menyerahkan kepada pemerintah dan lembaga-lembaga perlindungan anak akan tetapi memerlukan bantuan semua pihak dalam lingkungan masyarakat. Perlindungan anak yang utama harus diterapkan di keluarga inti.


Orang tua harus membina anak dengan memperhatikan perkembangan anak dan memakai cara-cara kreatif untuk membangun karakter anak. Sasaran utama semiloka ini adalah akan dibentuk Shelter Pengaduan & Penanganan Child Crisis Centre dan Peran Paralegal serta Model Berjejaring.[RH].