Berita Bethel
Penulis: Pram (29/10/2019)

Peringatan Sumpah Pemuda : Hidup Berperan Bagi Bangsa

Soempah Pemoeda 28 Oktober 1928 dideklarasikan di rumah Sie Kong Liong, Jl. Kramat Raya No. 106 Jakarta-Pusat. Hal itu disampaikan Ketua Umum BPH GBI [Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham,MTh] di LGF Pluit Church, Jakarta-Utara [Senen, 28/10].

Ia menyampaikan Firman Tuhan pada acara Seminar Kebangsaan Indonesiakah Kamu. Acara digelar ini oleh PP DPA GBI, PD DPA GBI Banten, PD DPA GBI DKI Jakarta, PD DPA GBI Bekasi.

Satu hari sebelumnya, 27 Oktober 1928 para pemuda mengadakan rapat persiapan di Gereja Katedral, Jakarta. "Anak muda Kristen bukan penonton, tapi pelaku sejarah," tegasnya. Lebih lanjut, Ketum BPH periode 2019-2023 ini menceritakan secara ringkas kilas balik proses sebelum deklarasi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Ia mengawali dengan langkah pemuda menculik Presiden Soekarno dan wakilnya Hatta ke Rengasdengklok. Para pemuda mendesak mereka untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Kemudian teks proklamasi dibacakan di halaman depan rumah Presiden Soekarno, Jl. Pegangsaan No. 56 Jakarta.

Ketum BPH kemudian membacakan nats Mazmur 127:4 dan Yeremia 29:7. Inti kotbahnya adalah agar hidup orang percaya berperan bagi bangsa : 1. Hidup berbeda dengan dunia, meneladani Yesus Kristus, menjadi terang dunia [Roma 12:2]. 2. Hidup yang berdampak [Titus 3:1], misalnya mendukung kebijakan Pemerintah tentang bahaya narkoba.

Menurutnya, gereja agak alergi terhadap politik. Padahal katanya, banyak pahlawan berasal dari umat Kristiani /Katholik. Mereka antara lain Yos Sudarso, TB. Simatupang, Adi Sucipto, DI Panjaitan, Slamet Riayadi, Johanes Leimena, Sam Ratulangi, Piere Tendean dan lain-lain.

"Martin Luther [1483-1546] berpandangan bahwa Pemerintah menggunakan hukum. Hal itu sesuai dengan nats Roma 13:4 dan Matius 20:25.

Sikap tegas GBI soal politik adalah tidak ikut berpolitik praktis. Namun GBI mendukung jemaat untuk berpartisipasi aktif di tengah masyarakat, gerakan anti SARA.

"Korupsi, kemiskinan, radikalisme, kualitas pendidikan yang rendah adalah tantangan bersama, " pungkasnya. Sebelumnya, Ketua DPA Pusat [Pdt. Joel Manalu,MTh] memberikan sambutan singkat.

Sesi dilanjutkan dengan acara presentasi kondisi terkini bangsa Indonesia oleh Grace Natalie [Ketua Umum PSI] dan Azmi Abubakar [Aktifis dan Pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghwa].