Berita Bethel
Penulis: Pram (18/11/2019)

Membagun Gereja yang Kuat Bersama Remaja dan Anak Muda

Pastor Tan Seow How [foto kanan bawah] selaku Senior Pastors, Heart of God Church, Singapore menekankan pentingnya mempromosikan anak-anak remaja dan kaum muda dalam pelayanan. Ia memiliki program yakni The Heart of God Church Experience (HOGCx) is a training programme specially designed to help those who desire to build, not just a big church, but a Strong Church [Sebuah pelatihan yang khusus mendisain untuk membantu mereka membangun bukan sebuah gereja yang besar, namun membangun sebuah gereja yang kuat].

Jemaatnya sebagian besar total anak-anak remaja dan kaum muda. "Sebuah gereja yang kuat akan selalu bertumbuh besar. Sebuah gereja yang besar mungkin bukan sebuah gereja yang kuat," tegasnya. Lebih lanjut, ia membagikan pilar-pilar yang menyokong  sebuah gereja bisa bertumbuh menjadi gereja yang kuat yakni kebangkitan rohani anak-anak remaja dan anak muda, memobilisasi mereka, kebudayaan dan atmosfer bernuansa Kristus, berkarakter seperti Kristus.

"Anak-anak muda bukan hanya pemimpin hari esok, mereka adalah pemimpin hari ini [Youth are not just leaders of tomorrow, they are leaders today], Jangan hibur mereka tetapi berdayakan mereka [Do not entertain them but empowered them]," ujarnya.

Gembala gereja anak-anak muda ini mengisahkan pada suaru hari ada anak usia 11 tahun-an dan ia bernama Wei Ze [foto utama] datang ke gereja. Anak ini rindu ingin menjadi pemain musik, khususnya drum. Karena belum mencapai ketinggian fisik yang semestinya, maka ia arahkan belajar gitar [bass]. 

Saat ini dia menjadi pemain bass di gerejanya, diajak ikut konferensi anak muda ke Selandia Baru dan memegang jabatan pemimpin anak muda di gereja Ps. How. Wei Ze kini berusia sekitar 21 tahunan hadir dan bersaksi soal pelayanannya dan prestasinya di sekolah yang sangat bagus, walau ia aktif melayani di gereja. 

Dua kesaksian berikutnya adalah Charmeine Lim, seorang anak muda wanita yang melayani sebagai screen ministry dan ikut diajak Ps. How ke Hongkong untuk hadir seminar anak-anak muda. Ia merupakan anak sekolah yang berprestasi juga.

 

Kesaksian ketiga adalah Claire Ng yang pernah mengalami masalah keluarga dan akhirnya ia dilayani gereja dan kini menjadi anak Tuhan. Ia berkesan saat ulang-tahun, teman-teman sebaya dengan dirinya memberikan kue ulang tahun dan merayakannya bersama-sama.

Berdasarkan apa yang telah dilakukannya, Ps. How membagikan kebutuhan anak-anak muda dalam pelayanan yakni diundang, dilibatkan, dimasukkan, tapi bukan dibuat kagum dengan pelayanan. "Make this generation Believe, Become, and Belong [Jadikan generasi muda ini percaya kepada Yesus Kristus, Menjadi Murid Kristus dan Milik-Nya," pungkas Ps. How.

 

Ps. How menyampaikan materi di atas pada sesi General Assembly World Evangelical Alliance [GA WEA] 2019 [Selasa, 12 Nopember 2019]. Your Kingdom Come merupakan tema Sidang Raya Pertemuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Sedunia [GA WEA] di SICC Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat [7-12 Nopember 2019].

 

Acara diramaikan dengan pertunjukan tarian-tarian daerah se-Indonesia.Bishop Efraim Tandero selaku Sekretaris Jenderal [CEO] WEA membuka persidangan dengan memukul gong, sembari didampingi Ketua Host Committee GA WEA dan Pimpinan Komisi Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat PGLII [Pdt. Dr. Anton Tarigan], Ketua Umum PGLII [Pdt. Dr. Ronny Mandang] dan pejabat GA WEA dari berbagai negara serta Pdt. Dr.Ir. Niko Njotorahardjo [Kamis, 7 Nopember 2019].

 

Pelayanan Ps. How bisa dilihat lebih lanjut di situs : hogcx.org atau https://www.hogcexperience.com/.