Berita Bethel
Penulis: Pram (26/11/2019)

Sehati

Filipi 2:2 "karena itu sempurnakanlah suka citaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih,satu jiwa, satu tujuan". Memahami kata " sehati " yang bukan kata baru bagi kita, saya punya akronim sendiri.SEHATI = Sehat + Berhati-hati. Artinya, mewujudkan kata " sehati " tidak semudah mengucapkannya. Apa kata Alkitab ?, mari kita simak lewat tulisan Rasul Paulus sebagai berikut:

Pertama : Ajakan hangat dari Rasul Paulus untuk bersatu ini mengisyaratkan bahwa kedamaian jemaat di Filipi terancam oleh perselisihan dan pertikaian (Filipi 1:27). Bagi Paulus sebagai seorang rasul Kristus, melihat jemaat sehati sepikir dan hidup di dalam kasih merupakan suka cita bagi para pelayan Tuhan. Paulus mengemukakan beberapa cara untuk mewujudkan hal itu.

Kedua : Larangan.Jangan mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia, karenanya kita harus dengan rendah hati menganggap yang lain lebih utama dari pada diri sendiri (ay.3).

Ketiga : Tekad.Kita harus menaruh perhatian pada kepentingan orang lain, bukan dengan rasa ingin tahu dan mau menghakimi, atau seperti orang yang suka mencampuri urusan orang lain, melainkan dengan kasih dan bela rasa Kristiani (ay. 4).

Aplikasi / Penerapan yakni apa yang Tuhan minta kita kerjakan melalui perikop ini ? yaitu MENGAKUI DOSA MENCARI KEPENTINGAN SENDIRI DAN BERTEKAD UNTUK SEHATI.Sehati seperti apa yang kita harus hidupi melalui kebenaran Firman Tuhan diatas ?.

Pertama: Sehati yang dipikirkan Kristus (ay.5b). Pengertian kita akan makna kata sehati sangat beragam dan selalu dipengaruhi oleh motivasi yang juga sangat variatif adanya.Ilustrasi SEHATI: Pak Warta sekeluarga merencanakan liburan ke Bali.

Kebetulan, ada salah seorang warga gerejanya yang menjadi pengusaha bus, namanya Tuan Hartuo. Ada potongan harga spesial untuk warga gereja yang membeli tiket darinya, maka pak Warta pun pergi ke sana."Kok, Tuan Hartuo sekarang jarang pergi ke gereja?", tanya pak Warta di sela-sela perbincangan mereka.

Tuan Hartuo dulu dikenal sebagai orang yang saleh dan giat di gereja, namun mengundurkan diri setelah bisnis busnya makin maju.Begini, Pak Warta. Beberapa waktu lalu, saya mendengar khotbah yang sangat indah. Intinya, suami harus senantiasa sehati dengan istrinya. Saya sangat tersentuh dan bertekad mewujudkannya. Nah, kami sekarang sudah sehati.

Kalau istri saya ke gereja, hati saya pun ikut bersamanya.Hmmmm, bagus sekali pesan khotbah itu. Betapa indahnya dunia ini bila kita semua bisa sehati sejiwa!. Benar sekali, Pak Warta!, seperti halnya liburan yang direncanakan keluarga Pak Warta, itu baik sekali untuk memperkuat tali cinta kasih, apalagi kalau kita memang kebetulan punya uang. Baiklah, untuk lima orang, harga tiketnya seratus lima puluh ribu rupiah.

Tidak, Tuan Hartuo. Kami pesan satu tiket saja. Keluarga kami juga sudah sehati !.Makna ilustrasi adalah kata sehati sering menjadi alat pencapai kepentingan masing-masing dalam motif terselubung.Padahal menurut Alkitab tidaklah demikian,Band. Filipi 2:3 - Sehati yang dipikirkan Kristus: tidak mencari kepentingan sendiri - tidak mencari puji-pujian yang sia-sia.

Tidak ada musuh yang lebih besar bagi kasih Kristen selain kesombongan dan nafsu untuk mencari kepentingan bagi diri sendiri. Jangan pernah membuat orang lain atau sesamamu seperti penonton atas segala pencapaianmu, hentikan niat yang tidak baik itu.

Apabila kita melakukannya sambil bermaksud untuk pamer, maka ini berarti sedang mencari puji-pujian yang sia-sia. Kedua hal ini merusak kasih Kristen dan menyalakan ketegangan yang tidak Kristiani. Kristus datang untuk melenyapkan segala perseteruan. Jadi, untuk menyempurnakan suka cita Kristus dihidup kita di tengah kebersamaan di dalam Tuhan, singkirkan hasrat mencari kepentingan sendiri dan haus akan segala bentuk puji-pujian yang sia-sia.

Kedua : Sehati yang dapat dirasakan Kristus (ay. 5b).Sehati adalah sifat Ilahi yang tercermin dalam keagungan karya cipta-Nya, melalui kalimat " Baiklah Kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Kita,..." (Kej.1:27).. Artinya, seluruh bentuk kesehatian yang kita sedang dan akan perjuangkan dalam bingkai iman kekristenan kita, seharusnya menggenapkan apa yang ada di hati Tuhan dengan kalimat lain " menyukakan " hati-Nya.

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa untuk mewujudkan kata " sehati " harus melibatkan perasaan, tapi tidak seharusnya " BaPer ". Hal ini akan mengakibatkan terjadi saling silang perasaan diantara kita saat memperjuangkan kesehatian (keluarga, komunitas kerja, komunitas pelayanan di dalam gereja, dan komunitas sosial lainnya sehari-hari).

Kadangkala memang terbawa perasaan bisa saja muncul dan tidak terelakkan namun kita harus segera mengendalikan dan menindak-lanjuti dengan pilihan yang tepat yang sesuai dengan apa yang Firman Tuhan maksudkan.Band. Filipi 2:7 - mengesampingkan BaPer.

BaPer menjadi gambaran ketidak-stabilan suasana hati yang sulit untuk kesehatian.Ilustrasi: Jangan sekarang deh pelayanannya, aku lagi ga ‘beres’ nih. Aku lagi males ikut pelayanan  nih, lagi ga asik nih saat teduhnya.

Kita perlu ingatkan diri kita senantiasa,  bahwa pilihan untuk sehati dalam melayani Tuhan dalam situasi apapun itu adalah suatu keputusan yang bisa kita pilih. Keputusan untuk kendor, mundur, lelah, menyerah ada di tangan kita juga. Jadi, sehatilah untuk menyukakan perasaan dan kehendak Tuhan dan bukan untuk memuaskan perasaan diri sendiri yang seringkali mengelabui.[Penulis : Pdt. Yusuf Sumitro, MTh].