Berita Bethel
Penulis: Pram (14/01/2020)

Rakernas I WBI : Bila Sehati, Amanat Agung Lebih Cepat Selesai

Pdt. Hengky So, MTh mewakili Ketua Umum BPH GBI mengatakan dalam sambutan singkat bahwa kehadiran para peserta adalah sebuah pengorbanan dan diharapkan bisa melahirkan program untuk menuntaskan Amanat Agung, sesuai Matius 28:19-20 sebab manusia perlu keselamatan sebagai kebutuhan utama.

Ia berbicara pada acara Rakernas I WBI GBI di kawasan Ancol, Jakarta-Utara [Selasa, 14/1]. Acara ini berlangsung mulai tanggal 14 Januari 2020 - 17 Januari 2020.

Pejabat BPH yang hadir yaitu Pdt. Hengky So, MTh, Pdt. Dr. Heru Cahyono, Pdt.dr. Josafat Mesach [Sekum BPH GBI] dan Pdt.Dr.dr.Dwidjo Saputro. Para peserta adalah Korda-Korda WBI se-Indonesia. Ketua PP WBI GBI menyambut hangat para peserta dengan memberikan sambutan singkat

Ketum BPH GBI [Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh] melalui video berpesan agar hasil Rakenas maksimal, sehingga program kerja yang dihasilkan bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia. "WBI GBI menjadi tangan Tuhan untuk menyampaikan kabar baik buat Indonesia.Indonesia perlu teladan melalui WBI. Saya percaya hasil Rakernas ini membawa kemajuan bagi GBI," tutupnya.

Lebih lanjut, Pdt. Pdt. Hengky So, MTh pada sesi ibadah pembukaan mengusung judul Sehati Menuntaskan Amanat Agung. Ia membacakan nats Kis 2:46-47. "Mereka adalah jemaat yang sehati. Diharapkan gereja kini juga sehati, termasuk jemaat,"ujarnya.

Bila sehati, menurutnya maka Tuhan akan menambahkan jumlah jiwa-jiwa yang diselamatkan. Artinya mereka memenangkan jiwa untuk Tuhan. "Mereka zaman dulu tidak pakai brosur KKR dengan pembicara Ps. Simon Petrus. Pasti tidak seperti itu. Juga mereka tidak pernah pakai media sosial, tapi jemaat mula-mula melakukan pelayanan dengan sehati. Kita kembali ke cara kuno tapi powerful,"tegasnya.

Alasan sehati untuk menuntaskan Amanat Agung yaitu : Pertama adalah faktor kecepatan. Jika sehati maka Amanat Agung akan lebih cepat. Bila sebaliknya maka penuntasan Amanat Agung akan menjadi lebih lambat. Nats Amsal 30:27 mengajarkan agar orang percaya belajar dari belalang [sehati].

Banyak pihak sibuk tapi tidak melaksanakan Amanat Agung. "1 detik ada 3 orang meninggal, 1 hari ada 259.200 orang yang meninggal. 2/3 dari mereka yang meninggal belum mendengar kabar baik.Diantara mereka ada di lokasi kita tinggal," ujarnya.

Kedua, faktor sinergi potensi menghasilkan kekuatan maksimal dan kemenangan yang besar sesuai dengan nats Keluaran 17:11-15. Harun dan Hur menopang tangan Musa. "Potensi gereja bila digabungkan akan menghasilkan hal-hal yang luar biasa, musti sehati," tegasnya.

Ia kemudian mengutip hasil penelitian Todd Johnson, World Christian Trend 2007 yang memaparkan data bahwa 95% orang Kristen tidak pernah menangkan jiwa, 85% tidak pernah bersaksi, dan 90% kabar baik hanya ditujukan kepada orang Kristen.

"Keluarga adalah ladang subur untuk menuntaskan Amanat Agung [50%] dan melalui pertemanan [30%]," tutupnya. Sesi dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus [17.40 WIB].