Berita Bethel
Penulis: Pram (04/02/2020)

Hidup adalah Pilihan ?

Benarkah pernyataan ini ?. Kisah Rut menjelaskan dengan gamblang sampai terjadinya terobosan besar yang mengubah masa depan pribadinya, keluarganya dan bangsa.


Pada awal kisah hidup Rut, ia berasal dari bangsa yang tidak mengenal kepada Tuhan Allah Israel. Namun sejak Rut menikah dengan Mahlon, anak Elimelek dan Naomi, ia sadar bahwa ia telah menjadi bagian dari keluarga yang berasal dari Israel.


Walaupun pada akhirnya mertua laki-laki, iparnya dan sang suami tercinta meninggal. Ia mengalami keterpaan kemiskinan, kemelaratan, ketidak-mampuan mengubah nasib, ketertolakan dan kekecewaan yang melanda hidupnya. Hal ini tidak membuat Rut mundur menghadapi persoalan hidup.


Apa yang dapat dilakukan oleh seorang Rut ?. 1. Rut memiliki kepercayaan yang teguh kepada Tuhan. Markus 12:30 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatan”.


Ketika Naomi mengambil keputusan untuk kembali ke kampung halamannya, ia menawaran kepada kedua menantunya Orpa dan Rut untuk meninggalkan semua yang berkaitan dengan mantan suami mereka.


Namun, Rut tetap teguh dengan pendiriannya, ia mengambil keputusan yang tepat untuk memilih percaya kepada Allah Israel, Rut 1:16, “..... bangsamulah bangsaku, Allahmulah Allahku”.


“Tetapi kata Rut: Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, kesitu jugalah aku pergi, dan dimana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (Rut 1:16).


2. Ia mengasihi dan menghormati sang mertua sebagai orangtua kandung sendiri, Rut 1:17, “.....jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain daripada maut!”. Rut mengasihi orang yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Ia melihat cara hidup Naomi yang takut kepada Allah. Hal ini membuat hati Rut menjadi tergugah untuk memilih menyayangi mertuanya itu.


Pilihan hidup Rut mempengaruhi masa depannya. Berkat Allah Abraham, Ishak dan Yakub tetap menjadi bagiannya. Ketika ia mengambil keputusan untuk memilih percaya kepada Allah dan mengasihi mertuanya Naomi maka keadaan hidup Rut dipulihkan.


Ia menikah dengan seorang konglomerat di Israel yang bernama Boas, yang pada akhirnya melahirkan keturunan Daud sampai kepada Kristus.


Bagaimana dengan hidup kita ?. Apakah kita harus menjalani hidup yang pahit dan membuat kita tidak berdaya ?. Lihatlah contoh hidup Rut yang dipulihkan oleh Tuhan, ketika dia memilih untuk sungguh-sungguh jalan dengan Tuhan tanpa keraguan.


Kata kuncinya adalah jangan pesimis dengan hidup !. Keputusan hidup membawa kita untuk menentukan masa depan !. [Penulis : Heny Saya/R.A.B].