Berita Bethel
Penulis: Pram (19/02/2020)

The Power of King's Statement

“Maka kata imam- imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: “Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi” (Lukas 19:21)


Perkataan seorang Raja adalah undang-undang bagi rakyatnya. Saat ini kita melihat tujuh pernyataan Raja kita di atas kayu salib. Apa yang dikatakan Yesus di atas kayu salib bukanlah suatu perkataan putus asa dari seseorang yang mau mati. Namun perkataan dari seorang Raja yang mengutarakan isi hati-Nya dan kemauan-Nya atas kita.


1. “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk. 23:34). Ketika berada di atas kayu salib, kata-kata yang dikeluarkan-Nya bukanlah sumpah serapah melainkan pengampunan.


Pengampunan adalah hal yang membedakan surga dan neraka. Marilah hari ini kita menerima pengampunan yang berasal dari pada-Nya, sehingga kita bisa memanggil “ya Abba, ya Bapa”.


2. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Luk. 23:43). Perkataan ini ditujukan kepada Barabas, penjahat keji yang tidak berayah.Sebelum kematiannya, Barabas meminta pengampunan dari Yesus dan ia mendapatkannya. Pastikan kita juga meminta keselamatan dan pengampunan daripada Sang Raja. Sebab hanya kepada-Nya kita akan diselamatkan. Haleluya!.


3. “Ibu, inilah, anakmu!” (Yoh. 19:26). Yesus tahu bahwa kematian-Nya semakin dekat, dan Ia berkata demikian pula kepada Yohanes. Sehingga Maria tidak merasa sendirian dan menjadi ibu bagi para murid-murid yang lain. Hari ini mari periksa hubungan kita dengan orang tua kita, karena salah satu kunci untuk diberkati adalah menjalin hubungan yang harmonis dengan orang tua kita.


4. “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mat. 27:46). Kesalahan seluruh umat manusia ditanggung oleh-Nya sehingga Bapa memalingkan wajah-Nya dari pada Yesus. Yesus melakukan semuanya itu agar kita beroleh keselamatan. Oleh karena-Nya, kita tidak ditinggalkan oleh Bapa.


5. “Aku haus!” (Yoh. 19:28). Yesus adalah seratus persen Allah dan seratus persen manusia, dalam keadaan ini Yesus juga mengalami haus. Yesus menjadi manusia seperti kita, dan ia mengerti segala penderitaan kita.


Dalam kemanusian-Nya, Yesus membebaskan dari Iblis yang berkuasa atas maut di hidup kita. sehingga kita tidak perlu lagi takut akan kuasa Iblis, karena ia telah dilucuti oleh Yesus. Di atas kayu salib, Yesus justru menang atas kuasa maut.


6. “Sudah selesai.” (Yoh. 19:30). Yesus membayar dosa-dosa kita, dan kontrol dosa atas hidup kita telah dipatahkan! Kata ‘Sudah Selesai’ ini ditulis dalam bahasa Yunani ‘tetelestai’.


Memiliki arti sudah selesai,sudah sempurna, semuanya sudah sesuai yang direncanakan, semua sudah sesuai dengan yang diinginkan, dan semuanya sudah diterima. Alkitab mengatakan Yesus sudah menyelesaikan semua yang diinginkan dan direncanakan Bapa dengan sempurna, tidak kurang sedikitpun.


7. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku”. (Luk. 23:46). Yesus telah menyerahkan nyawanya kepada Bapa. Kita dapat mempercayakan seluruh hidup kita secara total ke dalam tangan Bapa di surga, seperti Yesus mempercayakan kehidupan-Nya ke dalam tangan Bapa-Nya.


Karena salib, kita menerima pengampunan dan berkat, seluruh kutuk telah dipatahkan dan kita dapat menerima berkat. [Sumber : R.A.B-Pdt. Dr. Ir. Timotius Arifin Tedjasukmana, DPM/Foto: Istimewa].