Berita Bethel
Penulis: Pram (06/03/2020)

BPH GBI : Upaya Pencegahan Menularnya Virus Corona

BADAN  PEKERJA HARIAN GEREJA BETHEL INDONESIA. Hukum Gereja:   SK Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Departemen  Agama RI No.  41  Th.  1972 telah dirubah menjadi Dirjen Bimas (Kristen)   Protestan Departemen Agama RI No.  211  Tahun 1989 Tgl.  25 Nopember 1989. Alamat Kantor: JI. Jend. A. Yani Kav. 65 Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat 10510. Telp. (021) 42803664, Fax. (021) 42803786. Email: sekretariat@bphgbi.org.

Jakarta, 5 Maret  2020. Nomor : 060/S-XVI/SU/BPH  GBl/111/2020.  Perihal : Himbauan. Lampiran : -

Kepada Yth, Bapak/lbu   Gembala Gereja Bethel  Indonesia. Dengan adanya wabah  Coronavirus  (COVID-19) yang telah  merebak  di beberapa  negara di dunia  ini maka   kami   ingin   menyampaikan     beberapa    hal   penting    yang   berhubungan     dengan    upaya pencegahan  menularnya  virus  ini.

1.    Perkuat doa melalui  jam-jam   doa yang telah  tersedia  di gereja.  Mohon  perlindungan   Tuhan dinyatakan  atas kita semua.   lmani  Mazmur 91 tentang perlindungan Tuhan. 2.   Menjaga  Kebersihan : Ajak jemaat  untuk  menjaga  kebersihan  diri dan lingkungan. Menjaga  kehigienisan  peralatan dan perlengkapan  Gereja.

3.    Jaga jarak  dengan  rekan  kerja yang sedang sakit dan batasi  berjabat  tangan  (sesuai dengan himbauan  Menteri   Kesehatan).4.    Untuk  sementara   waktu  menghindari   kontak fisik  (bersalaman).   Anda  dapat  menggunakan "salam sehati" sampai wabah  ini berlalu.

5.   Dalam Pelayanan Penumpangan Tangan,jika  sangat harus melakukan  penumpangan  tangan dan pengurapan   untuk  sementara   penumpangan   tangan  dan  pengurapan  dilakukan  secara berhikmat   dengan  meminimalisir    kontak  fisik.

6.   Pergunakan masker ketika  melakukan  kunjungan  pastoral/besuk   pada jemaat  yang sakit.7.   Jangan panik dan melakukan  tindakan  yang  berlebihan   seperti  memborong   bahan  pangan, masker dan lain sebagainya. Kita   harus percaya  perlindungan   Tuhan  itu  nyata bagi  umat-Nya.

Demikian    informasi    ini    kami   sampaikan.     Rincian    tentang    tindakan    pencegahan    penyebaran Coronavirus  yang telah  disusun  bersama  PDGBI (Persekutuan  Dokter  GBI) kami informasikan   secara terlampir,   Kiranya  informasi   ini dapat  diketahui    dan digunakan  dengan  baik sehingga jemaat  yang anda layani terhindar   dari Coronavirus.   Tuhan Yesus menyertai  dan melindungi   kita semua. Amin.

Salam dan Doa : Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham [Ketua Umum BPH GBI] dan Pdt.dr. Josafat Mesach, MTh [Sekretaris Umum BPH GBI].

LAMPIRAN : TINDAKAN PENCEGAHAN PENYEBARAN CORONAVIRUS.

 

1. Informasi umum Coronavirus. Coronavirus merupakan family virus yang menyebabkan berbagai penyakit termasuk MERS dan SARS yang juga telah menelan banyak korban. Coronavirus di Wuhan dinamai Novel Coronavirus (nCoV), sering disebut juga COVID-19.

2. Penularannya : Media penularannya adalah butiran air yang mengandung virus yang terjadi karena batuk dan bersin. Masuk melalui mulut, hidung dan mata ketika tangan yang terkontaminasi memegang muka.

Melalui jabat tangan dengan penderita, maka virus dapat berpindah dari orang ke orang.Melalui benda-benda yang terkontaminasi, yang disentuh atau dipegang oleh tangan kita.Memegang binatang yang terkontaminasi dapat menyebabkan kita terkena.

Jika anda baru saja pulang dari negara yang terjangkiti Corona virus, anda harus lebih berhati-hati (China, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, USA, Jerman, Prancis, UK, Spanyol, Thailand).

3. Tanda-tanda klinis : Demam lebih dari 38 derajat C, selama 14 hari terakhir. Batuk/Pilek/Nyeritenggorokan.  Bisa terjadi sesak nafas dan sakit kepala. Kadang-kadang disertai mual.

4. Pencegahan penularan : Cucilah tangan dengan sabun dan air yang mengalir setelah bersalaman dan menyentuh hewan, sebelum menyentuh wajah dan makan, cucilah telapak tangan, sela-sela jari dan punggung tangan selama 20 detik.

 

Tidak mencium tangan pada waktu bersalaman (sementara waktu).Bawalah selalu hand sanitizer berbasis alkohol, sehingga selalu dapat dipakai jika tidak ada sarana mencuci tangan. Menutup mulut anda dengan tisu atau saputangan jika anda batuk dan bersin.

Menggunakan masker jika anda sedang sakit influenza dan batuk, khususnya jika berada di kerumunan orang banyak. Jaga jalan nafas kita (kerongkongan dan tenggorokan) agar lembab dengan minum air hangat secara berkala.Tinggal di dalam rumah dan beristirahat cukup jika merasa menderita sakit saluran pernafasan bagian atas (batuk, pilek).

Menjaga stamina tubuh dengan mengkomsumsi makanan bergizi dan multivitamin, cukup istirahat dan berolah raga di sinar matahari.Jaga kebersihan lingkungan dan secara rutin membersihkan barang yang banyak disentuh orang lain.

Dapat melakukan “salam sehati” sesuai dengan kesepakatan bersama Sediakan hand sanitizer berbasis alkohol di tempat-tempat strategis di gereja anda.

5. Penanganan penderita : Jika  seseorang  dicurigai  menderita  Coronavirus,  segeralah  hubungi  Dinas  Kesehatan  setempat  untuk mendapatkan pemeriksaan awal, jika dicurigai terjangkit maka penderita akan dibawa ke RSU di kota anda untuk mendapatkan pemeriksaan yang lengkap.

Jika positif terkena maka ia harus mendapatkan perawatan di ruang isolasi rumah sakit sampai sembuh total.Sumber : 1.   Surveilans dan Respon Novel Coronavirus, Kementerian Kesehatan RI. 2.   COVID-19, World Health Organization.

LAMPIRAN:TINDAKAN PENCEGAHAN PENYEBARAN CORONAVIRUS

1. Informasi umum Coronavirus. Coronavirus merupakan family virus yang menyebabkan berbagai penyakit termasuk MERS dan SARS yang juga telah menelan banyak korban. Coronavirus di Wuhan dinamai Novel Coronavirus (nCoV), sering disebut juga COVID-19.

2. Penularannya : Media penularannya adalah butiran air yang mengandung virus yang terjadi karena batuk dan bersin. Masuk melalui mulut, hidung dan mata ketika tangan yang terkontaminasi memegang muka.

Melalui jabat tangan dengan penderita, maka virus dapat berpindah dari orang ke orang.Melalui benda-benda yang terkontaminasi, yang disentuh atau dipegang oleh tangan kita.Memegang binatang yang terkontaminasi dapat menyebabkan kita terkena.

Jika anda baru saja pulang dari negara yang terjangkiti Corona virus, anda harus lebih berhati-hati (China, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, USA, Jerman, Prancis, UK, Spanyol, Thailand).

3. Tanda-tanda klinis :  Demam lebih dari 38 derajat C, selama 14 hari terakhir. Batuk/Pilek/Nyeri tenggorokan. Bisa terjadi sesak nafas dan sakit kepala. Kadang-kadang disertai mual.

4. Pencegahan penularan : Cucilah tangan dengan sabun dan air yang mengalir setelah bersalaman dan menyentuh hewan, sebelum menyentuh wajah dan makan, cucilah telapak tangan, sela-sela jari dan punggung tangan selama 20 detik.

Tidak mencium tangan pada waktu bersalaman (sementara waktu). Bawalah selalu hand sanitizer berbasis alkohol, sehingga selalu dapat dipakai jika tidak ada sarana mencuci tangan. Menutup mulut anda dengan tisu atau saputangan jika anda batuk dan bersin.

Menggunakan masker jika anda sedang sakit influenza dan batuk, khususnya jika berada di kerumunan orang banyak. Jaga jalan nafas kita (kerongkongan dan tenggorokan) agar lembab dengan minum air hangat secara berkala.

Tinggal di dalam rumah dan beristirahat cukup jika merasa menderita sakit saluran pernafasan bagian atas (batuk, pilek). Menjaga stamina tubuh dengan mengkomsumsi makanan bergizi dan multivitamin, cukup istirahat dan berolah raga di sinar matahari.

Jaga kebersihan lingkungan dan secara rutin membersihkan barang yang banyak disentuh orang lain.Dapat melakukan “salam sehati” sesuai dengan kesepakatan bersama. Sediakan hand sanitizer berbasis alkohol di tempat-tempat strategis di gereja anda.

5. Penanganan penderita : Jika  seseorang  dicurigai  menderita  Coronavirus,  segeralah  hubungi  Dinas  Kesehatan  setempat  untuk mendapatkan pemeriksaan awal, jika dicurigai terjangkit maka penderita akan dibawa ke RSU di kota anda untuk mendapatkan pemeriksaan yang lengkap.

Jika positif terkena maka ia harus mendapatkan perawatan di ruang isolasi rumah sakit sampai sembuh total. Sumber : 1.   Surveilans dan Respon Novel Coronavirus, Kementerian Kesehatan RI.2.   COVID-19, World Health Organization. [Foto : Istimewa].