Berita Bethel
Penulis: Pram (29/03/2020)

Melawan Kejahatan Virus Corona

Takut Akan Tuhan adalah dasar hikmat dan bukti iman. Nats: Ayub 28:20-28..Dalam Alkitab ada 365 kali ungkapan " Jangan takut " jumlahnya sesuai dengan jumlah hari kita selama satu tahun.

Artinya tidak ada alasan untuk menjalani hari-hari kita dengan ketakutan, kecuali rasa takut akan Tuhan yang harus kita pelihara baik.PUN BEGITU, KITA TIDAK BOLEH ANGGAP REMEH DENGAN SITUASI DUNIA SAAT INI. Lalu, apa faedahnya, takut akan Tuhan itu ?.

Melalui perikop " Manusia tidak dapat menemukan hikmat " (Amsal 28:1-28) kita dapat memahami, bahwa Takut akan Tuhan itulah hikmat, hikmat tidak murahan dan tidak dapat dinilai dengan emas murni sekalipun. Bahkan lebih baik dari harta benda termahal apapun (ay. 1-19).

Takut akan Tuhan berarti mengakui kedaulatan Tuhan atas seluruh alam semesta, langit bumi dan atas kehidupan kita manusia yang mendiaminya (ay. 20-28).


Seperti apa wujud nyata sikap takut kita akan Tuhan dalam perjuangan hadapi ancaman kematian yang mewabah oleh Covid-19 ?.

Pertama :Hidup dengan sungguh-sungguh ( ay. 28b)" Sesungguhnya, takut akan Tuhan,... " Kesungguh-sungguhan hidup kekristenan kita adalah salah satu bentuk nyata dari sikap takut akan Tuhan, karenanya takut akan Tuhan bukan sebatas konsep semata.

Dalam kondisi saat ini, setiap kita diminta untuk stay at home: Belajar di rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah HARUS DILAKUKAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH.

Defenisi sungguh-sungguh dapat kita temukan salah satunya pada Kolose 3:23, bahwa melakukan seluruh tanggung jawab kepada siapapun harusnya dengan sungguh-sungguh seperti kepada Tuhan.

Kedua: Menjauhi marah bahaya dengan akal budi.",... dan menjauhi kejahatan itulah akal budi. "Secara naluri kemanusiaan, kita justru mendekati kejahatan.

Tetapi dengan akal budi yang telah ditebus oleh Yesus Kristus, barulah kita dapat menjauhi kejahatan.BUKAN SUATU KEJAHATAN KALAU KITA UNTUK SESAAT HARUS MENJAGA JARAK SECARA KONTAK FISIK (SOCIAL DISTANCING) SATU SAMA LAINNNYA.

Menjauhi jarak tidak sama dengan menjauhi setiap orang dalam anggapan sebagai orang jahat, justru kita harus berhikmat hidup ditengah SITUASI SULIT ini.

Kata " Menjauhi " berarti, memberi pikiran dan perasan serta kehendak kita untuk dimiliki sepenuhnya oleh Tuhan untuk dipakai menjadi alatnya dalam MEMBATASI PENULARAN "KEJAHATAN" YANG DITULARKAN VIRUS CORONA (COVID-19),  Band. Roma 6:13 mempersembahkan pikiran bagi Tuhan, maka merdeka dari pengaruh kuasa kejahatan setiap waktu.[Pdt. Yusuf Sumitro, MTh].