Berita Bethel
Penulis: Pram (08/04/2020)

Tagana-BKSG-FKUB Sul-Sel Desinfektan Rumah Ibadah & Panti Asuhan

Dalam rangka mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, Badan Kerja Sama Gereja (BKSG) Sulawesi-Selatan yang terdiri dari lembaga Aras Gereja Wilayah Sulawesi Selatan,  Barat dan Tenggara didukung oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi-Selatan dan Tagana [Taruna Siaga Bencana] Rajawali GBI melakukan desinfektan.

Lokasi desinfektan meliputi rumah-rumah ibadah di Makassar, baik Mesjid, Gereja, Panti Asuhan. Selain itu, team melakukan hal yang sama di lokasi keramaian seperti pasar, kantor Pemerintahan, perkampungan penduduk dan lain-lain [Kamis, 2/4].

Ketua Panitia dan Ketua BKSG Sulawesi-Selatan, Pendeta Adrie Massie menyampaikan bahwa kegiatan penyemprotan pagi ini, Kamis 02 April 2020 yang dilakukan di Masjid Nurul Mustahida IMMIM, Jl. Jend. Sudirman 33 hanyalah sebagai lokasi awal saja.

 

Selanjutnya dari lokasi tersebut ada lima tim relawan yang berasal dari Tagana [Taruna Siaga Bencana] unsur Rajawali GBI, Bidang Pelayanan Masyarakat [PELMAS], Departemen Pemuda dan Anak [DPA] dari Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia [BPD GBI] Sulawesi-Selatan sebagai penanggung jawab lapangan yang didukung oleh Komunitas SEJIWA yang berasal dari pemuda lintas agama di Makassar akan melanjutkan penyemprotan ke lebih kurang seribu titik di Sulawesi-Selatan mulai hari ini sampai beberapa hari ke depan. 

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik [KESBANGPOL] Provinsi Sulawesi-Selatan, Drs. Asryadi Sulaeman M.Si dalam sambutannya mewakili Gubernur Sulawesi-Selatan sebelum melepas tim relawan yang akan melakukan fumigasi mengatakan bahwa data terakhir sampai tanggal 01 April 2020 bahwa sudah ada lebih dari enam puluh penderita Covid-19 di Sulawesi-Selatan, atau meningkat tajam dibanding satu minggu sebelumnya.

Hal ini terjadi karena Sulawesi-Selatan telah memiliki tiga laboratorium yang memadai sehingga deteksi Covid-19 menjadi lebih baik dan lebih cepat tanpa harus menunggu hasil dari Jakarta. Ketiga laboratorium tersebut juga akan melayani provinsi lain di Sulawesi berdasarkan kesepakatan bersama gubernur se-Sulawesi dua hari yang lalu. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ketua FKUB Sulawesi-Selatan Prof. Dr. H. Rahim Yunus dan jajarannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar H. Dr. Arsyad Ambo Tuo, M.Ag, Kepala Badan Litbang Kota Makassar Nilma Palamba, SH, M.Ap, pengurus BKSG dan tokoh masyarakat lainnya. 

Pendeta Jimmy Tawaluyan, Sekretaris BPD GBI Sul-Sel mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sesuai arahan dari Ketua Umum BPH GBI [Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia] melalui tag line GBI Sehati Tanggap Covid-19 untuk membantu pemerintah menangani pandemic Covid-19 dan efek turunan lainnya yang berhubungan dengan virus ini.

Pendeta Jimmy yang juga menjabat sebagai Sekretaris Panitia menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan juga akan diadakan pembagian masker, APD dan sembako kepada masyarakat kecil yang yang merasakan dampak langsung dari bencana nasional Covid-19 ini. [JMT].