Berita Bethel
Penulis: Pram (13/05/2020)

Tuhan yang Menjamin Hidupku

Saudaraku yang terkasih, dalam hidup kita ada  begitu banyak kebutuhan yang  harus  dipenuhi. Kebutuhan  makan/minum, pakaian, rumah tangga, pendidikan, pelayanan, hiburan, dan lain-lain. Nah, di antara kebutuhan-kebutuhan  itu, kita juga membutuhkan materi yang  cukup untuk bisa memenuhinya.

Kalau semuanya sudah terpenuhi, sisanya bisa ditabung, tapi kalau lebih besar pasak dari pada tiang, maka terkadang kita bisa jadi khawatir akan kebutuhan-kebutuhan hidup kita. Kemudian  kita mulai bertanya : bagaimana dengan gaji/uang saya bulan ini ?, cukup nggak ya ?, apa saya harus hutang ?, atau ambil uang tabungan ?, bagaimana dengan hidup saya ke depan ?.

Saudara saya pernah mengalaminya, atau mungkin saudara ada juga yang punya pengalaman pribadi terkait masalah materi/keuangan.  Nah, kita memang harus belajar bijak untuk mencukupkan  diri dengan apa yang ada, tapi terkadang mungkin saja kita bisa mengalami masalah seperti itu karena ada hal-hal dalam hidup ini  yang tak terprediksi (unpredictable).

Saya sangat diberkati dengan firman Tuhan dalam Matius 6:25-34. Di ayat 27 dikatakan kalau kita menjadi  kuatir, maka hal itu tidak menambahkan apapun di hidup kita, yang ada juga nambah stress. Malah firman Tuhan dalam ayat-ayat lainnya meneguhkan kita betapa  Tuhan  adalah Allah yang sangat memelihara hidup kita secara ajaib.

Jadi, selama hidup kita mencari Kerajaan dan Kebenaran-Nya, maka semuanya (tanpa terkecuali) ditambahkan kepada kita, itu janji-Nya (ay. 33).Yang dimaksud dari jangan kuatir adalah kita percaya pasti ada jalan keluar dan kebutuhan kita akan tercukupi. Jangan kuatir adalah percaya akan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita.

Itu sebabnya  ketika kita kuatir, otomatis kita tidak percaya akan penyertaan Tuhan. Memang sesungguhnya kita diciptakan sebagai manusia yang bisa kuatir. Kekuatiran itu datang karena kita sebagai manusia tidak maha tahu.

Kita tidak tahu akan masa depan kita, kita tidak tahu apa yang akan datang menghampiri kita. Karena itu sandarkan hati kita kepada Tuhan yang maha tahu, yang sudah merancangkan  kehidupan kita menjadi baik jauh sebelum kita dilahirkan.

Nah, saudaraku mungkin ada diantara kita yang tahun ini kepingin  punya pekerjaan yang bagus, kepingin kuliah, kepingin  menikah, kepingin ekonomi  keluarganya  lebih baik, kepingin membeli sesuatu yang saudara butuh, kepingin misi, kepingin ini-itu, dan sebagainya.

Apapun yang saudara perlu, ingatlah kalau Tuhan sangat  tahu semuanya (ay. 32), Dia Allah yang bisa penuhi segala kebutuhan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya. Percayalah  bahwa Tuhan mengerti dan sanggup menjamin kehidupan kita.

Dia Allah yang senang kalau kita bisa menikmati dan mari perkatakan sama-sama: Tuhan yang menjamin hidupku, aku tak pernah kekurangan apapun.Ingatlah selalu bahwa Tuhan senantiasa  ada bagi anda, Dia menjamin hidup anda sepenuhnya.

“Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai, bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting.....” (Matius 6: 25).

“Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya” (Ratapan 3:22). [Sumber : R.A.B - Pdt. Dr. Selviana, M.Si/Foto : Ilustrasi].