Berita Bethel
Penulis: Pram (01/06/2020)

Protokol Kesehatan Beribadah di Gereja GBI

No. : 104/S-XVI/SU/BPHGBI/V/2020, tanggal 29 Mei 2020.Hal : Surat Edaran. Lamp  : 1 (satu) berkas. Yth. Para Pejabat GBI Di tempat. Jakarta, 29 Mei 2020. Salam dalam Kasih Kristus.

Memperhatikan perkembangan statistik penyebaran COVID-19 yang diinformasikan resmi oleh Pemerintah dan masih berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun berakhirnya masa PSBB dibeberapa daerah serta mempelajari tahapan “New Normal” yang disiapkan pemerintah maka BPH GBI merasa perlu memberikan beberapa hal penting untuk diperhatikan :

1. Untuk memulai kembali suatu ibadah di gereja maka kita harus selalu memperhatikan pernyataan dan petunjuk resmi dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Agama RI dan Dirjen Bimas Kristen, Pemerintah Daerah (karena kondisi tiap daerah berbeda) serta Surat Edaran dari BPH GBI.

2. Agar gereja kita tidak menjadi cluster baru COVID-19, maka protokol kesehatan untuk beribadah di gereja harus diterapkan dengan sangat ketat dan berkomitmen tinggi. Protokol Kesehatan Beribadah di Gereja terlampir bersama surat edaran ini.

3. Kita harus mampu beradaptasi dengan Coronavirus dan kondisi yang ditimbulkannya, hal mana kita kenal dengan sebutan “New Normal”.

4. Surat ini bukanlah semacam rekomendasi bahwa ibadah di gereja boleh segera dimulai, namun ini adalah petunjuk persiapan bilamana pemerintah mengizinkan hal itu terjadi. Perlengkapan yang dibutuhkan harap disediakan mulai sekarang.

Perhatikan saran ini : Lebih baik terlambat beberapa minggu untuk memulai ibadah lagi setelah memastikan semuanya aman, daripada terburu-buru memulainya namun kemudian harus dihentikan lagi karena ada jemaat yang terpapar COVID-19.

Demikian surat edaran ini kami sampaikan agar menjadi perhatian Bapak/Ibu Pejabat GBI dan dapat dilaksanakan demi kepentingan dan kesehatan kita semua. Terima kasih untuk perhatian dan kerjasamanya, Tuhan Yesus memberkati.

BADAN PEKERJA HARIAN GEREJA BETHEL INDONESIA. Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham [Ketua Umum BPH GBI] & Pdt. dr. Josafat Mesach, M.Th [Sekretaris Umum BPH GBI].

PROTOKOL KESEHATAN BERIBADAH DI GEREJA. Disiapkan oleh Persekutuan Dokter GBI (PDGBI]. Dengan akan diizinkannya untuk dapat beribadah kembali di gereja, meskipun dengan protokol kesehatan yang  ketat,  maka  kami akan  menyampaikan  beberapa  hal penting  tentang  COVID-19  dan  Protokol Kesehatan Beribadah di Gereja :

1. COVID-19 (Novel Coronavirus) adalah virus yang sangat cepat penularannya. Menular dari orang yang terinfeksi kepada orang lain melalui droplet (butiran air sangat kecil yang keluar dari mulut dan hidung saat batuk atau bersin), melalui kontak fisik (jabat tangan, cium pipi) atau memegang benda yang terkena cipratan [droplet].

2. Dalam sebuah acara ibadah tentu kita duduk berdekatan dengan jemaat lainnya dalam satu ruangan, namun kita tidak tahu apakah orang yang duduk di samping kita sudah terpapar dengan COVID-19, walaupun secara fisik orang tersebut sehat dan tidak menunjukkan gejala apa-apa (orang tanpa gejala/OTG).

3. COVID-19 akan tetap ada, seperti virus-virus lainnya dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk COVID-19. Diperlukan uji klinis yang panjang untuk menciptakan vaksin yang baik untuk mengatasi COVID-19 ini.

4. Saat ini kita telah memasuki masa “New Normal”, dimana hal-hal yang dulu tidak biasa dilakukan,seperti memakai masker, jaga jarak, salam sehati , pakai sarung tangan dll, sekarang telah menjadi kebiasaan baru yang dilakukan semua orang setiap hari.

Mengingat  hal tersebut  diatas maka kami ingin  memberi panduan beribadah di gereja selama  masa pandemik COVID-19 ini, yaitu Protokol Kesehatan Beribadah Di Gereja, sebagai berikut :

1. Sebaiknya ibadah di gedung gereja dimulai beberapa minggu setelah Pemerintah setempat (karena kondisi tiap daerah berbeda) mengizinkan untuk bisa kembali beribadah. Hal ini untuk memastikan bahwa kondisi sudah cukup aman dan kita bisa mempersiapkan ibadah dengan lebih baik.

2. Melakukan protokol kesehatan yang mengacu pada Panduan Penanganan COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI, tertanggal 20 Mei 2020, sebagai berikut :

1).Cucilah tangan dengan sabun dibawah air yang mengalir selama 20 detik atau dengan hand sanitizer sebelum masuk gedung gereja dan sewaktu keluar.2).Melakukan Salam Sehati (menaruh tangan kanan di dada kiri), sehingga tidak ada kontak fisik antar jemaat atau pengerja (physical distancing).

3).Mengukur suhu jika memiliki alat pengukur suhu. Jemaat yang suhu tubuhnya melebihi 37,3 C dianjurkan tidak memasuki ruang ibadah dan dihimbau untuk segera berobat.4).Bila tidak memiliki alat pengukur suhu maka jemaat yang merasa kurang sehat sebaiknya istirahat di rumah dan dihimbau untuk segera berobat.

5).Saat memasuki area gedung gereja sebisanya, semua jemaat membersihkan alas kaki bagian bawah dengan disinfektan.6)   Mengatur duduk jemaat agar tidak terlalu dekat, berilah jarak antar kursi minimal 1,2 meter (kiri,kanan, depan, belakang).

7).Semua jemaat dan pelayan tetap menggunakan masker selama ibadah berlangsung (termasuk saat menyanyi dan mendengar kotbah). 8).Microphone  diadakan  tersendiri untuk  tiap  pelayan  (WL,  singer,  pengkotbah)  dengan  sarung penutupnya. Setelah ibadah sarung microphone harus dibuang dan microphone dibersihkan dengan disinfektan.

9).Durasi ibadah diusahakan tidak  lebih dari satu jam dan paduan suara/vocal group  sebaiknya ditiadakan dulu. 10). Persembahan sebaiknya tidak menggunakan kantong kolekte yang diedarkan, tetapi bisa dicari cara lain yang tidak harus menyentuh kantong kolekte.

11).Jemaat juga jangan terlalu lama berada di area gedung gereja sebelum dan sesudah ibadah, serta dianjurkan untuk langsung pulang ke rumah setelah ibadah selesai.12). Gedung gereja harus diusahakan untuk selalu dibersihkan dengan disinfektan sebelum dan sesudah ibadah.

Demikian panduan dari PDGBI ini kami sampaikan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jemaat kita dari pandemi COVID-19 pada saat kita memulai kembali ibadah di gereja. Harap juga selalu memperhatikan informasi dan petunjuk resmi terkini dari pemerintah mengenai pandemi COVID-19 ini.

Terima kasih untuk perhatian Bapak/Ibu sekalian. Tuhan Yesus memberkati.Informasi PDGBI : 1.dr. Junusmin, 0813 1555 1966. 2.dr. Sumayadi, 0812 1877 707.