Berita Bethel
Penulis: Pram (09/06/2020)

Coba New Normal dengan Bekerja dari Kantor Lagi, Ini Kata Psikolog

Beberapa hari yang lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan soal status PSBB di Jakarta yang diperpanjang. Lalu, menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi menuju ke masa normal baru. 

Menurut pemerintah, masa transisi ke era tatanan hidup normal baru dilakukan agar masyarakat tetap bisa produktif namun tetap aman dari COVID-19. Nah, salah satu kegiatan produktif yang dimaksud adalah kembali kerja di kantor. 

Kenapa Kembali Kerja di Kantor Pasca Karantina COVID-19 Meresahkan ?. Munculnya rasa resah atau cemas saat menerapkan tatanan normal baru di tempat kerja memang wajar.Pasalnya, selama berbulan-bulan ini kita “bersembunyi” di tempat yang paling aman, yaitu di rumah. Ketika “keluar kandang”, pasti rasa itu muncul. 

Apalagi Jakarta menjadi salah satu kota dengan kasus positif virus corona terbanyak. Bohong rasanya bila rasa waswas tak ada. 

Mereka yang harus ke tempat kerja dengan kendaraan umum, punya anak kecil atau lansia di rumah, atau punya penyakit penyerta (penyakit jantung, diabetes, darah tinggi, penyakit paru obstruktif kronis, dan lain sebagainya) pasti punya kekhawatiran ekstra. 

Rasa cemas akan semakin parah bila suruhan untuk kerja di kantor tidak sejalan dengan kebijakan kantor mereka.Misalnya, tempat mereka bekerja tidak menawarkan sejumlah perlindungan (masker, hand sanitizer, atau harus tetap masuk walau sedang sakit), dan sangat kaku terhadap jam kerja. 

Pasalnya, untuk berangkat ke kantor dengan kendaraan umum di masa transisi normal baru seperti sekarang itu jauh lebih susah ketimbang sebelum terjadinya pandemi. 

Hal ini dikarenakan adanya pembatasan dari pihak transportasi dan antrean penumpang makin menumpuk. Alhasil, waktu untuk tiba di tujuan pasti ngaret.Baca artikel selengkapnya, klik di sini. [Sumber : klikdokter.com].