Berita Bethel
Penulis: Pram (15/05/2015)

Raker II Pewarna Indonesia


Pembekalan dan Rapat Kerja II Pewarna Indonesia (Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia) dengan tema "Pewarta kebenaran dalam perspektif Jurnalis Nasrani" diadakan di Wisma Kinasih, Cimanggis, Depok, Jawa-Barat (14-16/5).



Memasuki hari kedua (Jumat, 15/5), Raker menghasilkan empat keputusan penting yaitu 1.Kerja- sama dengan BNN dalam hal kampanye bahaya narkoba ke sekolah-sekolah. 2. Pembentukan team untuk melatih gereja-gereja lintas denominasi dalam hal jurnalistik meliputi dasar-dasar jurnalistik, UU Pers, UU Siber, KEJ (Kode Etik Jurnalistik). 3. Pembuatan situs berita Pewarna yang baru. 4. Pengajuan Uji Materi terhadap 14 Pasal KUHP ke Mahkamah Konstitusi, khususnya pasal-pasal yang berpotensi bisa menjerat jurnalis ke ranah pidana, dengan mengacu kepada UU Pers No.40, Tahun 1999. Artinya, jika ada pelanggaran dalam hal tugas-tugas jurnalistik oleh wartawan, maka UU Pers tersebut  digunakan sebagai acuan hukum.



Sebelum makan siang, acara siang ini diakhiri dengan penyerahan SK mandat pembentukan DPD (Dewan Pimpinan Daerah) untuk membentuk kepengurusan Pewarna di wilayah Jawa-Tengah, DKI Jakarta dan Banten dalam waktu selambat-lambatnya enam bulan.



Masing-masing penerima SK adalah Taniel Tanamal (www.jawaban.com, DKI Jakarta ), Binsar Sirait (Majalah Pelita Kasih, Banten), Lasma Simbolon (Majalah Rohani HOKI, Salatiga, Jawa-Tengah). SK diserahkan Yusuf Mujiono (Ketua Pewarna), dengan didampingi Victor Ambarita (Sekjen Pewarna), dan Junyor Parhusip (Bendahara Umum Pewarna). Sesuai jadwal, pembicara sesi sore hari ini pada jam 15.00 WIB (Kamis, 15/5) adalah Pdt. John Weol.



Kemarin (Kamis, 14/5) Jahmada Girsang, SH, MH (Penasehat) resmi membuka acara ini. Dalam sambutan singkatnya, ia mengatakan Pewarna bisa mewarnai dunia jurnalisme di masyarakat luas, bukan hanya di kalangan internal. Seperti dirilis www.tabloidpodium.com (Kamis, 14/5), Ketua Umum Pewarna (Yusuf Mujiono) dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pemilik Wisma Kinasih, Bakti Nendra Prawiro atas apresiasinya dalam menyediakan tempat dan akomodasi.



Yusuf mengungkapkan alasan pemilihan kata “Nasrani” yang dipakai Pewarna Indonesia. “Pewarna ini hadir supaya semua pribadi yang mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan, apa pun alirannya dapat bergabung. Karena di Katolik sendiri sudah ada wadah persnya, atau juga ada Persatuan Wartawan Media Kristen Indonesia.



Pewarna ini konsepnya bisa lebih meluas dari mereka, meskipun itu sebutan agak kuno (Nasrani) namun intinya kita tidak ingin menimbulkan kelompok sana kelompok sini,” pungkas Yusuf. Raker II ini dihadiri sekitar 40-an wartawan media Kristiani terdiri dari cetak, online dan radio. Staf Redaksi www.beritabethel.com hadir pada acara ini.