Berita Bethel
Penulis: Pram (11/06/2020)

Makna Unta Masuk Lubang Jarum

Apa benar seekor unta dapat masuk ke lubang jarum ?.“Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah” Lukas 18:25.

Tentu  saja bisa. Sebab pada zaman Tuhan Yesus (± 30 M), di kota Yerusalem terdapat pintu darurat model lorong memanjang dan bagian atasnya melengkung seperti lubang jarum.

Biasanya bilamana pintu gerbang utama telah ditutup pada sore hari, maka pintu darurat model lubang jarum ini akan digunakan sebagai pintu keluar masuk ke kota Yerusalem.  Memang tidak dapat dipastikan model aslinya pintu ini seperti apa, sebab Kota Yerusalem dihancurkan oleh Jendral Titus [Kekaisaran Romawi] pada tahun 70 Masehi.

Pintu darurat model lubang jarum ini  dijaga oleh dua pengawal. Karena  pintu ini cukup sempit dan rendah bagi seekor unta maka seluruh barang bawaan harus diturunkan. Saat Unta tersebut ditarik oleh tuannya masuk ke dalam pintu lobang jarum dengan keadaan lorong yang gelap, hampir tidak ada masalah sebab unta adalah ketegori hewan yang jinak dan penurut kepada tuannya.

Namun yang jadi pokok masalahnya sekarang adalah apakah mungkin seekor unta dapat memasuki kota Yerusalem mengingat hewan ini dikategorikan sebagai binatang haram (Im. 11:4).

Selanjutnya apa benar orang kaya tidak dapat masuk kerajaan Allah ?. Pernyataan Tuhan Yesus  sebenarnya terlihat paradoks dan diluar dugaan karena bertentangan dengan apa yang orang Yahudi imani saat itu. Dalam pemahaman orang Yahudi  orang kaya itu masuk surga, sebab dengan kekayaan yang dimilikinya membuktikan hidupnya diperkenankan oleh Allah.

Sedangkan orang yang hidupnya miskin adalah orang yang tidak mendapat perkenanan Tuhan dan dianggap terkena kutuk. Hewan najis seperti Unta menggambarkan  orang-orang  miskin, orang berdosa dan orang bukan Yahudi justru lebih memiliki potensi memperoleh keselamatan dari Tuhan (bnd. Mat. 21:31).

Mengapa ?, karena mereka lebih taat kepada perkataan Tuhan Yesus daripada orang kaya saat itu. Unta rela melepaskan seluruh bawaannya supaya dapat masuk ke Yerusalem sedangkan orang kaya lebih terikat dengan bawaan kekayaannya sehingga tergolong lebih sulit untuk masuk  Kerajaan  Allah (ay. 22).

Sulit bukan berarti tidak bisa.  Sebab  bagi Allah tidak ada yang mustahil asalkan mau bertobat seperti Zakheus, si pemunggut  cukai (Luk. 19:1-10). Jadi, kekayaan tidak bisa menjadi parameter garansi bisa masuk surga. Justru kekayaan merupakan penghambat besar orang dapat memasuki Kerajaan Allah.

Hidup diberkati bukanlah tanda orang berkenan kepada Allah tetapi mereka yang senantiasa setia dan taat kepada Tuhan Yesus. “Ya Bapa, Aku mau supaya, dimana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, .....” (ayat 24a). [Sumber : R.A.B - Dony Chandra,  M.Th, MM/Foto : Istimewa].