Berita Bethel
Penulis: Pram (27/06/2020)

Menyatukan Hasrat dengan Tuhan

Saya sering memperhatikan bahwa banyak gereja-gereja dan para pemimpinnya cukup puas ketika banyak orang datang dan memenuhi kursi- kursi yang tersedia. Bahkan banyak sekali doa-doa yang disampaikan kepada Tuhan agar kursi-kursi yang kosong dipenuhi oleh jiwa-jiwa baru.

Banyak orang mengukur keberhasilan sebuah gereja dari jumlah orang yang hadir dalam sebuah ibadah. Saya juga pernah berpikir seper ti itu. Yah  memang sangat bagus jika orang datang berduyun-duyun ke gereja. Namun jika kita perhatikan dengan benar, banyak gereja tidak melakukan tugas selanjutnya yakni mempersiapkan orang-orang tersebut bertemu dengan Kristus.

Jemaat hanya disuguhkan berita bahwa Tuhan itu baik bagi semua orang. Ia selalu siap menolong dan memberi jalan keluar bagi orang-orang yang menghadapi jalan buntu. Memberi penghiburan bagi yang susah hati dan masih banyak berita bagus lainnya.

Semua berita tersebut benar. Namun kita harus sadar bahwa lebih dari semuanya itu, Tuhan menginginkan agar semua orang-orang yang percaya kepada-Nya dapat masuk Sorga dan hidup bersama-sama dengan DIA. Jadi, kerinduan Tuhan kepada kita bukan hanya sekedar agar kita menjadi Kristen yang rajin datang ke gereja tetapi supaya hidup bersama- sama dengan Dia.

Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai umat Tuhan yang mengasihi dan setia  maka kita wajib menyelaraskan kerinduan dengan Tuhan  yaitu supaya dapat hidup bersama-sama  dengan Dia.

Tuhan tidak berdoa agar kita hanya menjadi warga gereja yang baik dan setia sebab ternyata banyak orang beragama lain juga sangat tekun menjalankan ibadahnya dan bahkan cenderung fanatik. Ia berani lakukan apapun untuk membela keyakinannya.

Tuhan juga tidak meminta kita hanya berhenti menjadi orang baik sebab ternyata semua agama pun mengajarkan kebaikan. Namun lebih dari semuanya itu, Tuhan mau agar kita dapat hidup bersama-sama dengan Dia.

Sekarang, sebagai umat Tuhan yang benar, kita harus dapat mengambil sikap dan tindakan yang benar pula. Kita harus berjuang masuk dalam kehendak Tuhan yakni keselamatan dan hidup bersama dengan Dia. Agar dapat bersekutu dengan Dia maka kita harus melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya.

Tanpa itu, maka Sorga hanya menjadi impian yang tidak pernah dapat kita alami (Mat. 7:21-22). Kita harus berjuang mematikan segala keinginan daging yang saling berjuang di dalam diri kita, dan keinginan daging itu telah nyata (baca Gal. 5:19-21).

Kita memang masih hidup di dalam daging tetapi ia tidak boleh mengendalikan hidup kita. Kita harus berjuang menyerupai Kristus (Mat. 5:48; 1 Petrus 1:15-16). Hal ini memang tidak mudah, tetapi Tuhan selalu menyertai dan memberi kita per tolongan untuk menjadi pelaku Firman-Nya.  Milikilah hasrat seperti Kristus maka engkau pasti hidup.

Jangan berhenti hanya menjadi warga gereja setia tetapi juga menjadi umat Tuhan yang setia serta terus berjuang agar berkenan kepada Tuhan.Umat Tuhan sejati  akan memiliki hasrat yang sama seperti Kristus. [Sumber : R.A.B - Pdm. Yudika Ziliwu, M.Th/Foto : Ilustrasi].