Berita Bethel
Penulis: Pram (01/08/2020)

Rumah Tahan Goncangan

“Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir” (Matius 7:26). 

Yesus telah mengatakan bahwa semua  orang yang berseru “Tuhan... Tuhan...”, akan masuk ke dalam Kerajaan  Sorga dan hanya orang yang melakukan kehendak Bapa-lah yang akan masuk. Sebagai penutup, Yesus  memberikan perumpamaan tentang rumah yang dibangun di atas dua dasar.

Keduanya  sama-sama mengalami ujian melalui hujan dan banjir, namun hanya rumah yang dibangun di atas dasar yang benarlah yang akan bertahan menghadapi semuanya. Rumah (Oikia) berarti  tempat tinggal yang melambangkan  kehidupan kita, hati, atau juga tubuh kita. Batu (Petra) yang menjadi dasar atau fondasi dari pendirian rumah tersebut melambangkan Kristus sendiri, yaitu Firman Allah. 

Namun, batu itu dapat juga diartikan sebagai seorang ayah yang merupakan fondasi dari keluarga.Ada tiga macam ujian yang akan dihadapi dalam setiap kehidupan: hujan, taufan/erosi, dan badai.1.  Hujan. Hujan dapat  berarti  ‘berkat’. Terkadang  tak selamanya‘berkat atau kekayaan’ mendatangkan  kebahagiaan bila tidak disertai kondisi iman yang kuat.

Seperti jemaat Laodikia yang sangat diberkati, namun karena kekayaan, mereka justru tidak lagi merasa membutuhkan Tuhan. Ketika manusia bergantung kepada har ta benda, maka mereka otomatis juga tidak lagi akan merasa membutuhkan  Tuhan. Jangan sampai ‘berkat’  menjauhkan kita dari Tuhan. Bangunlah kehidupan yang benar berdasarkan Firman Tuhan.

2.  Badai. Seluruh dunia ini akan mengarah kepada  sistem  satu kepemerintahan yang akan dipimpin oleh Antikris. Zakharia 9:13, “Sebab Aku melentur Yehuda bagi-Ku, busur Kuisi dengan Efraim, dan Aku mengayunkan anak-anakmu, hai Sion, terhadap anak-anakmu, hai Yunani,  dan Aku  akan memakai engkau seperti  pedang seorang pahlawan”. 

Tanamkan  kebenaran dan nilai nilai Firman  Tuhan  dalam hidup kita, bahkan kepada anak-anak dan keluarga kita, agar iman kita tidak goyah karena hantaman badai kebudayaan dunia yang berusaha menghilangkan  nilai-nilai kebenaran  Firman Tuhan. Kita perlu tahu bahwa dengan berdiri teguh di atas Firman Tuhan, kita akan selamat dari hantaman badai dunia ini.

3. Taufan/Erosi. Taufan akan datang ke dalam kehidupan kita tanpa diundang dan semua itu adalah pekerjaan Iblis. Untuk itu kita harus yakin kita berdiri teguh di atas Batu Karang, yaitu Yesus sendiri supaya kita tetap tegar dan berdiri tegak walaupun badai datang menghadang. Taufan/ erosi ini dapat berupa tiga hal ini: humanisme,  hedonisme,  dan heresis/penyesatan.

Humanisme yakin bahwa Tuhan bukan lagi menjadi pusat kehidupan, tetapi manusia. Bagi humanisme, agama adalah sebuah tirani/ penjajahan yang mengikat kebebasan HAM. Suatu saat nanti akan terjadi ‘christofobia’ yaitu sikap ‘anti’ terhadap  segala sesuatu yang berbau Kristen.

Hedonisme adalah bermewah-mewah tanpa mau memikirkan dan mementingkan orang lain, membeli benda-benda yang tidak perlu untuk meningkatkan derajat dan harga diri. Heresis sendiri adalah usaha ‘Memanusiakan’ Yesus tanpa melihat keilahiannya. Heresis berusaha menggeser kebenaran bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% Allah. 

Mereka berusaha memberi info bahwa Yesus murni Ilahi sehingga  tidak mempunyai  hawa nafsu dan tidak tertarik pada pria/wanita.Kita perlu berhati-hati,  sebab semuanya ini adalah pekerjaan Iblis yang berusaha menggeser nilai-nilai kebenaran  sedikit demi sedikit.

Waspada, apa yang kelihatannya baik belum tentu benar. Pakailah kebenaran Firman Tuhan sebagai pijakan kita untuk berdiri teguh.Yesus adalah batu karang yang teguh, tempat kita berlari kepada-Nya dan menjadi selamat.  [Sumber : R.A.B. - Pdt. Dr. Ir. Timotius  Arifin Tedjasukmana, DPM].