Berita Bethel
Penulis: Pram (23/09/2020)

Ka BKKBN : Cegah Nikah Dini dan Konsumsi Vitamin Sebelum Nikah

Dr. dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K)  [Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional] atau Ka BKKBN menjadi nara sumber kedua usai presentasi I Gusti Ayu Bintang Darmawati,SE, M.Si [Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia]. Beliau berbicara pada acara Launching Gerakan GBI Sehati : Melindungi Keluarga, Anak dan Remaja, via Zoom dan Youtube Channel : Sinode GBI Official [Selasa, 22/9].

Sambutan singkat Ketua Umum BPH GBI. Sebelumnya, suara keprihatinan terhadap kekerasan terhadap anak-anak baik itu melalui perkataan [verbal], fisik, sekolah, bahkan di tempat ibadah sehingga korban-korban mengalami trauma, kasus WN Perancis yang melakukan pelecehan terhadap sekitar 300 anak-anak disampaikan oleh Ketua Umum BPH GBI [Pdt. Rubin Adi Abraham, MTh] dalam sambutan singkatnya. 

Presentasi Ka BKKBN. Tema presentasi Dr. dr. Hasto Wardoyo Sp. OG (K) adalah Penguatan Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak. Institusi yang dipimpinnya berkaitan erat dengan sahabat keluarga, remaja, dan lansia. Ka BKKBN ini kemudian memperkenalkan logo institusi yang baru dan terdiri dari gambar cinta [love] yang bermakna cinta kasih sebagai hasil lomba dengan peserta para millenial. Lambang kupu-kupu bermakna metamorfosis dalam keluarga. Khusus lambang love, Ka BKKBN menjelaskan sebagai lambang ketulusan hati dalam konteks hubungan orangtua - anak.

"Terdapat 876 kali nats yang bermakna pohon dan buah. Apa yang diucapkan seseorang meluap dari dalam hatinya, nats Matius 12:33-35 dan Matius 7:16-18. Orang tua bisa membina keluarga dengan cinta,kasih dan damai sejahtera," ujarnya.

Ia kemudian memperkenalkan BKKBN memiliki 3 Bina yaitu bina balita, bina remaja, bina lansia. Fungsi keluarga ia jabarkan dengan 1. Asah [cerdas mendidik anak dalam beragama, berbudaya, berkomunikasi, cerdas dalam [bergaul] dengan lingkungan].2. Asih [Cinta kasih ortu - anak dan sebaliknya]. 3. Asuh [Mengasuh, melindungi : memberikan sandang, pangan, papan dan kesehatan].

Lebih lanjut, Ka BKKBN menyampaikan program BKKBN yang berkaitan dengan Delapan Fungsi Keluarga masing-masing agama, sosial budaya, lingkungan, pendidikan, cinta kasih, ekonomi, reproduksi dan lingkungan. Menurutnya, keluarga merupakan wadah buat menghasilkan anak-anak unggul guna menjadi generasi cerdas.

Aneka Vitamin Perlu Buat Calon Pengantin Wanita dan Wanita Pada Saat Hamil.  Dr. dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) menyatakan rasa prihatin jika melihat pasangan calon pengantin yang melakukan foto pre-wedding dengan menghabiskan puluhan juta tapi abai dalam pembelian vitamin-vitamin kesehatan antara lain vitamin B, C, vitamin D, zat besi, omega 3, zinc. Ia menyayangkan banyak calon pengantin wanita tidak periksa HB, padahal berbayar tapi terjangkau di Puskesmas. 

Bila sedang dalam kondisi hamil, sebaiknya wanita mengkonsumsi asam folat [harga tidak sampai Rp. 5.000]. Tujuan konsumsi vitamin ini adalah agar kelak bayi bisa lahir dalam kondisi sehat, tidak cacat.Dalam proses untuk mendapatkan seorang anak, perhatian terhadap calon anak diawali dengan sebelum nikah [pre-wedding].

"Jika seorang wanita terlambat menstruasi selama 1 minggu, berarti itu hamil 5 minggu. 2 minggu = hamil 6 minggu. 4 minggu [1 bulan] = hamil 8 minggu [organ bayi sudah lengkap]. Kehamilan pada usia 1 bulan ini jika ada kelainan, kecacatan, adalah berbahaya. "Jangan sampai seorang ibu hamil tapi tidak tahu [tidak sadar] jika sedang hamil, ia perlu tahu asupan yang perlu untuk bayinya" tegasnya.Ka BKKBN mengingatkan agar para ibu hamil menghindari asap rokok karena ini akan mempengaruhi pertumbuhan otak.

Toxic Relationship. Ia kemudian membahas secara ringkas apa yang dihadapi oleh anak-anak dan remaja yakni Toxic Relationship, suatu perkenalan di antara mereka yang bersifat emosional dan melihat dari sisi fisik saja. Toxic Frienship dengan tanda-tanda seseorang merasa selalu salah dan tidak menjadi diri sendiri, sehingga hal itu berdampak kepada fisik, emosional, dan mental.

Jangan Nikah Dini. Ia pun memberikan warning agar para keluarga yang sudah menikah menghindari perceraian dan mengakibatkan anak-anak akan menjadi korban. "Cegah anak-anak menikah pada usia dini. Hal ini bisa mengakibatkan kematian pada anak-anak, remaja. Ada 36 per 1000 anak-anak, remaja hamil. Tulang istri akan menjadi keropos pada saat hamil, tubuh menjadi pendek dan pada usia 50 tahun, wanita akan menjadi bongkok [bungkuk]. Bila belum siap secara biologis, psikologis dan finansial, jangan menikahkan anak-anak menikah, tutupnya. 

Pembicara berikutnya adalah Haryati  [Ketua Pengurus Jaringan Peduli Anak Bangsa Nasional].Prof. Dr. Thomas Pentury, M. Si [Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementrian Agama Republik Indonesia].Pdt. Hengky So, M.Th [Ketua IV BPH GBI - Bidang Pembinaan Keluarga].

Acara ini terselenggara atas kerja-sama :  1. Departemen Pembinaan Keluarga  BPH GBI. 2. Departemen  Pemuda & Anak BPH GBI. 3. Departemen Wanita Bethel Indonesia BPH GBI.


Artikel Terkait :

Menteri PPPA : Banyak Anak-Anak Alami Gejala Depresi Ringan Sampai Berat