Berita Bethel
Penulis: Pram (23/05/2015)
Mengenang Pdt. Alm. Ajoeb


Redaksi menerima riwayat singkat perjalanan kehidupan dan pelayanan Pdt. (Alm) Yohanes Ajoeb Soegiorahardjo atau akrab dipanggil Om Ajoeb. Riwayat beliau bisa menjadi inspirasi, teladan dan pendorong para generasi muda GBI dan para pelayan Tuhan GBI di tanah air dan luar negeri. Selamat mambaca dan Tuhan Yesus memberkati.



Pdt. (Alm) Yohanes Ajoeb Soegiorahardjo (Pdt. Ajoeb) lahir di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus-Jawa Tengah (30 Desember 1930). Beliau adalah putera dari Sastro Sarban - Sri Sulastri (Alm). Beliau menikah dengan Sri Hartati (Mororejo) asal Kayuapu, Kudus (1 Mei 1960). Berikut ini nama-nama para putra, putri dan cucu beliau : Putera pertama (Ir. Setiyo Mahanaim), menantu (Dr. Pdp. Yuniarti B.M.), cucu : 1. Eliata Purwaningtyas Nugroho, 2. Yosua Setiawan Nugroho.

Puteri kedua (Ir. Pdm. Hanna Mahanani), menantu (Pdt. Petrus P. Pujohartono, S.Th. MA), cucu : 1. Daniel Pesah Nugroho, 2. Eunike Indah Nugroho. Puteri ketiga (Ruth Mahanani, SE), menantu (Drs. Budi Utomo, SH), cucu : 1. Elika Regni Utami, 2. Yoel Adi Utomo, 3. Yehezkiel Wim Utomo.



Perjalanan Singkat Pelayanan. Tahun 1947 : menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat melalui pelayanan oleh Purbo Sunyoto Ratmojo dari Blora.Tahun 1955 : Pdt. Yoetyn Khing (Alm) Gembala Gereja Bethel Injil Sepenuh Kudus mengutus Pdt. Ajoeb ke Sekolah Alkitab di Surabaya. Tanggal 20 Agustus 1957 : Sidang Sinode GBIS di Mojokerto melantik beliau menjadi pejabat GBIS (Pdt. GBIS). Tangggal 7 Juli 1958 : Pdt. Yoetyn Khing pindah pelayanan ke Purwokerto, beliau dilantik oleh BPH GBIS menjadi Gembala GBIS Kudus.



Tahun 1959 - 1969 Pdt. Ajoeb menjadi Ketua Badan Pekerja Daerah GBIS Jawa Tengah dan DIY. Tahun 1970 ada persoalan organisasi dalam tubuh GBIS se-Indonesia, tanggal 6 0ktober 1970 bertempat di Gedung Oikoumene Sukabumi, Jawa Barat berhimpun 120 Hamba-hamba Tuhan yang keluar dari GBIS bersama-sama mendirikan organisasi baru yang bernama Gereja Bethel Indonesia. Pdt. Ajoeb terpilih menjadi Wakil Ketua BPH GBI sampai 2 periode. Atas dasar itu, maka tanggal 6 Oktober 1970 dijadikan hari lahir GBI. Momentum ini menjadi skala nasional dan internasional dalam lingkup GBI.



Tahun 1970 – 1985 : Pdt. Ajoeb terpilih sebagai Ketua BPD Jawa Tengah dan DIY. Tahun 1985 – 2003 menjabat Badan Pembina Rohani Jawa Tengah, anggota MPL dan Penasehat BPD Jawa Tengah. Tahun 2003 – 2011 : Staf Majelis Pengarah Sinode GBI, anggota MPL BPH GBI (Majelis Pekerja Lengkap) dan penasehat BPD Jawa Tengah dan DIY. Ketua BPL (Badan Pembina Rohani GBI) Jawa-Tengah dan DIY.Setelah menggembalakan jemaat selama 53 tahun (1958-2011), ketika mencapai usia 81 tahun maka Pdt. Ajoeb menyerahkan penggembalaan jemaat kepada Pdt. Petrus P. Pujohartono (27 Juli 2011). Pdt. Ajoeb telah mempersiapkan Pdt. Petrus selama 24 tahun.



Sepanjang masa pelayannya, Pdt. Ajoeb telah membangun beberapa tempat ibadah atas karunia-Nya yaitu : 1. Gedung gereja di Jl. Mayor Kusmanto 12A dengan ukuran 6 x 18 m dan pastori 6 x 10 m (27 Juli 1966). 2. 27 Juli 1976, 10 tahun kemudian merenovasi gedung gereja menjadi 6 x 24 m. Karena berkat Tuhan, gereja membeli lahan di samping gereja maka 2 Mei 1992, gedung gereja baru dengan ukuran 12 x 30 m ditambah balkon ukuran 12 x 12 m ditahbiskan. Gedung lama di bongkar dan di bangun gedung di belakang gereja baru menjadi ruang kebaktian, Sekolah Minggu, Wanita Bethel Indonesia, Remaja/Pemuda dan Kantor Gereja.



3. Tahun 1969, bertempat di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Pdt. Ajoeb membangun gedung gereja ukuran 5 x 15 m, namun sayang gedung gereja yang telah dipakai ibadah selama kurang lebih 26 tahun, pada masa reformasi di demo oleh pihak tertentu. Akibatnya, gereja terpaksa ditutup dan jemaat disediakan antar-jemput dari Desa Klaling ke GBI Kudus.



4. Gedung gereja di Kedungrejo, Wonogiri (1982), dengan ukuran 6 x 18 m. Pdt. Stevanus Sutarman sebagai gembala. 5.Membangun gedung gereja di Tanjungrejo, Kudus (1984), dengan ukuran 6 x 18 m. Sekarang gereja tersebut digembalakan Pdt. Yunus Gabara. 5. Gedung gereja Pudak Payung, Semarang (1985), dengan ukuran 6 x 18 m. Sekarang digembalakan Ibu Pdm. Winarno, sebelumnya digembalakan oleh Pdt. (Alm) Winarno. 5. Gedung gereja Tukrejo, Jepara (2002), dengan ukuran 8 x 20 m. Gembala yaitu Pdm. Wiji Astuti. 6. Gedung gereja di Njrahi Pati ukuran 7 x 16 m beserta Pastori. Pdt. Yohanes sebagai gembala.



Setelah Pdt. Ajoeb tidak mengggembalakan di gereja lokal GBI, ia tetap menjadi penasehat BPD Jawa Tengah, anggota MPL, Majelis Pengarah Sinode GBI dan menjadi Pendeta Senior. "Saya mengucap syukur kepada Tuhan Yesus karena selain dipakai untuk memenangkan ratusan jiwa tetapi juga dipakai untuk memenangkan keluarga masing-masing ayah, ibu, kakak, keponakan, cucu-cucu bahkan sampai buyut-buyutnya di desa kelahiran mereka," ujarnya Pdt. Ajoeb semasa masih hidup. Keterangan Foto : Pdt. T.L. Henoch (no.3 dari kiri), Pdt. Alm. Ajoeb (no. 4 dari kiri). [Reynald Bellini Henoch/Editor : Prambudi]