Berita Bethel
Penulis: Pram (06/10/2020)

5G Conference : Gereja Menjadi Rumah Semua Generasi [Pdt. Andy Tjokro]

Gereja yang ramah buat jemaat dan siapa saja yang datang ke sana adalah inti talk show dengan nara sumber Pdt. Andy Tjokro, Gembala GBI Grow Center Church Jakarta dan Ketua Departemen Media BPH GBI pada sesi kedua 5G Conference [GRACE. GO. GIVE. GROW. GENERATION] melalui online pada hari Selasa, 05 Oktober 2020.

Acara ini merupakan bagian dari HUT GBI Ke-50 [Jubelium]. BPH GBI mengadakan konferensi ini ditujukan kepada Gembala, Pemimpin di Gereja, Generasi Muda untuk menjawab tantangan bagaimana gereja bisa bertumbuh di tengah krisis, serta membangun komunitas lintas generasi. Para peserta konferensi berdomisili di Indonesia dan luar negeri.

"Generasi masa kini suka apa adanya, reality," merupakan kalimat pembuka oleh Pdt. Andy Tjokro. Menurutnya gereja merupakan tempat kejujuran, hamba Tuhan menjunjung kejujuran. Selain itu, gereja adalah tempat untuk memberikan hak dan kewajiban buat semua. Artinya semua pihak mendapatkan kesempatan untuk melayani. Ia berpandangan adalah wajar bila di dalam suatu rumah ada kesalahan, itu normal.

Bila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, Ketua Departemen Media BPH GBI ini mengibaratkan gereja ibarat sebuah rumah sebagai tempat istirahat, dan tujuan akhir setelah sang penghuni beraktifitas seharian. Gereja harus bisa menjadi tempat dan dirasakan tanpa adanya beban bila masuk [datang] ke situ. Namun, Pdt. Andy mengingatkan bahwa gereja bertugas untuk mempersiapkan jemaat untuk bisa mencapai kediaman [rumah] yang kekal kelak.

Lebih lanjut, salah puteri beliau yakni Inez mengharapkan bila sikon gereja yang rame dalam konteks ramah, saling menyapa. "Gereja besar ada yang kaku, tapi gereja kecil hangat banget," ujarnya. Putri berikutnya, Irene berpendapat gereja bisa menyatukan hati untuk lakukan pujian dan penyembahan di dalam hadirat Tuhan. Meskipun gereja terdiri dari banyak orang dengan latar belakang, masa lalu, sifat yang berbeda-beda, namun bisa bersatu hati untuk PPW. "It is ok to be me," pungkasnya.

Jason, putera Pdt. Andy mengatakan gereja bisa memberikan kesempatan buat anak-anak muda untuk bisa melayani di panggung Gereja. Bagi dirinya, Pdt. Andy adalah ayah dan sekaligus teman.

Sebagai closing, Pdt. Andy Tjokro membacakan nats Yeremia 58:12 "Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".Ia menutup sesi kedua ini dengan statemen bahwa Gereja pada masa depan menjadi rumah dan mempersiapkan rumah yang kelal.

Sesi III akan diisi dengan talk show dengan pembicara Pdt. Timotius Arifin [MP BPH GBI dan Gembala GBI Rock Denpasar, Bali] dan Pdt. Rony Daud Simeon [BPH GBI].