Berita Bethel
Penulis: Pram (12/10/2020)

5G Conference : Gereja Bertanggung-jawab Memberkati Wilayah

Sesi kelima adalah talkshow dengan nara sumber Pdt. Dr. Ir. Yonathan Wiryohadi, MTh [BPH GBI dan Gembala GBI WTC Serpong, Tangerang, Propinsi Banten] dan penulis buku Kingdom Driven Church.

BPH GBI menggelar acara via online yakni 5G [GRACE. GO. GIVE. GROW. GENERATION] Conference, sebuah konferensi yang dilakukan secara online untuk setiap Gembala, Pemimpin di Gereja, Generasi Muda untuk menjawab tantangan bagaimana gereja bisa bertumbuh di tengah krisis, serta membangun komunitas lintas generasi. Para peserta konferensi berdomisili di Indonesia dan luar negeri.

Conference ini terdiri dari talk show para hamba Tuhan serta workshop yang aplikatif yang membahas tentang Digital Church, Social Media Gereja, keuangan Gereja di tengah krisis, membangun komunitas yang berdampak, penanaman Gereja serta memperlengkapi kita sebagai pelayan Tuhan untuk public speaking [Senen, 05/10]. 

Nats tentang fungsi garam dari Injil  Matius 5:13-15 dikutip oleh nara sumber "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu".

"Gereja musti menjadi garam, Gereja memberi rasa, berdampak menjadi terang, Gereja mengusir kegelapan dunia," tegas nara sumber. Lebih lanjut, beliau mengatakan Gereja bisa berfungsi untuk komunitas di sekitarnya seperti di RT,RW, Kelurahan, Kecamatan dan kota.Perlu tenaga, pikiran, waktu, dan dana.Gereja itu diawali dengan dari yang kecil," katanya.

Gereja bisa menjadi garam dan memberkati wilayah dengan menjalankan beberapa cara : 1. Gembala mencari visi dari Tuhan. 2. Gembala harus mampu menterjemahkan visi Tuhan kepada orang-orang di bawahnya. 3. Jemaat yang menangkap visi Tuhan bisa terlibat langsung dalam pelayanan.

"Gereja adalah perpanjangan-tangan Tuhan untuk berkarya [melayani] di muka bumi ini. Bila jemaat tergerak setelah menerima visi Tuhan itu, maka mereka bisa melayani anak jalanan, bidang-bidang seperti pendidikan, kesehatan," ujarnya.

Namun,penulis buku Kingdom Driven Church ini juga mengingatkan bila jemaat melayani dan kehabisan dana, maka Gereja musti memberikan dukungan [finansial]. Lebih lanjut, beliau memberikan contoh ketika salah seorang jemaatnya kena PHK, namun dia punya keterampilan menjahit, maka dirinya mengambil tindakan yakni membelikan 1 unit mesin jahit dari kantong pribadi. Dari 1 unit, Pdt. Wiryohadi terus membelikan mesin jahit berikutnya hingga mencapai 15 unit mesin jahit.

Di akhir sesi, ia menambahkan bahwa ada jemaat lain yang mendengar kisah ini dan kemudian mendukung usaha jahit ini sehingga satu orang jemaat mantan kena PHK ini bisa menjadi seorang wiraswasta. " Gereja kami juga menggelar bhaksos buat masyarakat sekitar," tutup Pdt. Wiryohadi.