Berita Bethel
Penulis: Pram (30/10/2020)

Protokol Kesehatan Syuting Video Out Door / Indoor

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menggelar pertemuan via Zoom dengan para hamba Tuhan lintas denominasi dengan tema seputar peranan Gereja dalam pencegahan Covid-19. Para peserta berasal dari seluruh Indonesia. Tercatat hadir yaitu KWI [Katolik], PGI [Pdt. Gomar Gultom], Gereja Bethel Indonesia [Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh] dan lain-lain [Jumat, 23/10].

Para nara sumber masing-masing Prof. Wiku Adisasmito [Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19], Letnan Jenderal TNI AD Doni Monardo [Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19] dan Sonny Harry B Harmadi [Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19].

Sesi terakhir, Satgas menyampaikan presentasi perihal Protokol Kesehatan Syuting Video Out Door / Indoor. Redaksi berpandangan bahwa materi ini sangat sesuai dan dibutuhkan oleh Gereja-gereja salah satunya, mengingat kegiatan ibadah offline ditiadakan dan diganti dengan ibadah online. Berikut isi sesi tersebut : 

Lingkup desinfektan : Secara rutin harus membersihkan dan menyemprot Ruang Studio, Ruang Meeting, Ruang Tunggu Pengisi Acara, dan Ruang Rias dengan desinfektan.

Sterilisasi alat-alat produksi dan penyediaan tempat sampah : Memastikan seluruh peralatan produksi termasuk perangkat property seperti meja dan kursi dan lain-lain harus dalam keadaan steril dengan melakukan penyinaran UV dan/atau disemprot desinfektan atau alkohol. Memastikan seluruh microphone diberi cover/pembungkus dalam keadaan baru dan harus diganti untuk pemakai yang berbeda. Memastikan di setiap ruangan terdapat tempat sampah dan sebaiknya diperlakukan sebagai sampah medis.

Petugas [crew] syuting & rekaman, nara sumber : Memastikan seluruh petugas/crew termasuk pengisi acara harus dalam keadaan sehat atau tidak dalam keadaan sakit apapun, termasuk pengukuran suhu tubuh dalam keadaan tidak demam dan non reaktif pada RT Swab Antigen.

Memastikan identitas seluruh petugas/crew, pengisi acara, dan vendor (minimal nama dan nomor telepon) yang terlibat dalam kegiatan produksi tercatat secara rapi, serta harus mengisi kontak keluarga (minimal nama dan nomor telepon)  yang bisa dihubungi dalam rangka contact tracing.

Seluruh petugas/crew, pengisi acara termasuk vendor harus memakai masker dan face shield, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir hingga bersih, dan/atau selalu memakai hand sanitizer. Seluruh petugas/crew yang bertugas termasuk Make-Up Artist harus memakai sarung tangan yang sudah disemprot dengan hand sanitizer.

Seluruh Pembawa acara, Pengisi acara, Narasumber, dan Artis harus memakai masker atau minimal dengan face-shield selama kegiatan produksi. Seluruh petugas/crew harus menjaga jarak minimum 1 meter dengan petugas/crew lain selama kegiatan produksi. 

Makan dan minum selama syuting : Kegiatan shooting yang memerlukan setting makan/minum serta melibatkan lebih dari 1 pemeran sebaiknya dihindari adegan bercakap-cakap dengan lawan bicara secara langsung. Jika adegan makan/minum harus dijalankan, sutradara harus memperhatikan jarak antar pemeran minimum 2 meter. 

Teknis syuting indoor dan out door : Jika kegiatan produksi membutuhkan pengambilan gambar dengan menampilkan pengisi acara tanpa menggunakan masker maka protokol berikut harus diperhatikan yaitu tidak dilakukan secara indoor yang sirkulasi udaranya kurang, jika dilakukan outdoor maka dalam dialog dibuat pembatas alami seperti jendela atau pintu kaca, merancang lokasi shooting yang memungkinkan pengisi acara berjauhan, dan memaksimalkan pengeditan gambar dengan kamera. 

Kehadiran para penonton tidak diperbolehkan hadir di studio indoor maupun di lokasi outdoor selama kegiatan produksi berlangsung.

Desinfektan ruang & peralatan : Jika shooting telah selesai, seluruh ruangan harus segera disemprot disinfektan kembali, terutama area yang sering disentuh/dipegang seperti gagang pintu di setiap ruangan.

Pembacaan protokol kesehatan : Pimpinan/pengelola ruangan harus membacakan protokol ini secara berulang-ulang dalam sehari dan/atau disampaikan melalui media komunikasi baik hard copy maupun soft copy.  [Foto : Ilustrasi syuting]