Berita Bethel
Penulis: Pram (05/12/2020)

Perayaan Natal Berasal dari Budaya Kafir ?

Perayaan Natal setiap tanggal 25 Desember masih terjadi kontroversi. Pertanyaan yang sering kita dengan adalah "Bolehkah kita rayakan Natal [25 Desember] ?, bukankah itu budaya kafir ?".

Hal ini terjawab dengan acara HOT MILK [Hot Millenial Talk] yang menghadirkan Ketua Umum BPH GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh sebagai keynote speaker via online [Sabtu, 05/12]. Acara ini diselenggarakan oleh DPA GBI.

Membuka presentasinya, Ketum BPH mengatakan Kaisar Aurellius pada tahun 274 Masehi merayakan kelahiran Dewa Matahari [25 Desember]. Perayaan ini dikenal dengan Dies Natalis Solis Invicti [kelahiran matahari yang tak terkalahkan saat titik balik matahari pada musim dingin [winter solstice]. Sejak masa Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember dirayakan sebagai kelahiran Yesus Kristus.

"Yesus adalah surya kebenaran, sesuai dengan nats Maleakhi 4:2 dan Lukas 1:78. Ini ganti fokus penyembahan dari Dewa Matahari menjadi penyembahan kepada Yesus Kristus yang menciptakan matahari," ujarnya.

Nara sumber kemudian mengutip tradisi Yahudi yang lebih tua, tanggal 14 Nisan adalah penciptaan, keluarnya Israel dari Mesir, kematian Yesus dan pemberitaan Malaikat bahwa Maria akan melahirkan Mesias. 

Almanak Julian yang ditetapkan Julius Caesar pada tahun 45 Sebelum Masehi, jatuh pada tangal 25 Maret [vernal equinox] yakni sekitar 20-21 Maret. Perhitungannya 14 Nisan = 25 Maret + 9 bulan masa kehamilan Maria = 25 Desember [hari kelahiran Yesus]. 

Lebih lanjut, nara sumber mengutip pandangan Ireneus [130-202 Masehi] sebagai murid Polycarpus [murid Rasul Yohanes] dalam bukunya yang bertajuk Adversus Haereses, pembuahan bayi Yesus [bukan oleh manusia/Yusuf] pada tangal 25 Maret, Yesus disalibkan pada tanggal 25 Maret. Ireneus mengkaitkan kematian Yesus pada saat vernal equinox dan kelahirannya 9 bulan kemudian pada saat winter solstice.

"Tidak salah merayakan Natal walau tanggalnya tidak disebutkan dalam Alkitab. Jangan paksakan penafsiran ayat yang tak ada ayat pendukungnya. Secara historis, Yesus Kristus lahir. Rayakan Natal pada tanggal 25 Desember atau tanggal lain tidak ada masalah. Penekanannya adalah Juru Selamat sudah lahir," pungkasnya. Sesi selanjutnya adalah pemaparan nara sumber dengan pembahasan soal persembahan persepuluhan.

Winter soltice adalah fenomena astronomis yang menandai hari dengan siang yang paling pendek dan malam yang paling panjang dalam satu tahun. Di belahan utara terjadi pada bulan Desember dan di belahan selatan terjadi pada bulan Juni.

Vernal equinox adalah masa singkat matahari di khatulistiwa pada waktu siang dan malam sama panjangnya. Kondisi ini terjadi sekitar tanggal 20 Maret dibelahan bumi utara dan tanggal 22 September di belahan bumi selatan.

Maleakhi 4:2 Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.

Lukas 1:78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi.