Berita Bethel
Penulis: Pram (05/12/2020)

Memberikan Persepuluhan : Ya atau Tidak ?

"Pengajaran GBI salah satunya adalah pentingnya [jemaat dan hamba Tuhan] untuk memberikan persembahan persepuluhan. Selain itu, GBI mengajarkan penyerahan total kehidupan. Seluruh harta dan kehidupan orang percaya adalah 100 persen milik Allah, bukan hanya 10 persen saja," tegas Ketua Umum BPH GBI [Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh] pada sesi kedua HOT MILK [Hot Millenial Talk] via online [Sabtu, 05/12]. Acara ini diselenggarakan oleh PP DPA GBI.

Guna memberikan kejelasan buat semua, Ketum BPH menegaskan GBI tidak menekankan akurasi nominal, tetapi GBI merekomendasikan 10 persen sebagai jumlah minimal sebagai wujud pengabdian keuangan dan hidup kepada Tuhan [Galatia 3:24-25].

Lebih lanjut, ia mengatakan GBI percaya dan mempraktekkan persepuluhan sesuai dengan Matius 23:23, Ibrani 7:8 dalam konteks gereja lokal dan Sinode GBI. "Dalam hal ini gereja lokal memberikan persepuluhan kepada Sinode GBI," ujarnya.

Ketum BPH menyampaikan bahwa persembahan ini [10 persen] diambil dari pendapatan, sebelum dipotong biaya-biaya [pengeluaran-pengeluaran] serta jangan sampai orang percaya itung-itungan [perhitungan] dengan Tuhan. Persepuluhan bukan milik Gembala dan jemaat, tetapi dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan gereja sesuai dengan Tata Gereja GBI.

Dengan nada warning, Ketum BPH mengatakan seorang Gembala tidak boleh melakukan intimidasi terhadap para jemaatnya seperti ucapan [kalimat] kalau tidak memberikan persepuluhan maka mereka akan kehilangan keselamatannya.

"GBI merekomendasikan Gembala Jemaat agar melakukan penatalayanan dengan baik dalam manajemen keuangan dan bertindak transparan kepada para pengurus Gereja, khususnya Bagian Keuangan. 

Ada sejumlah "rambu-rambu" dalam penerimaan persepuluhan ini, ia mengatakan persepuluhan harus berasal dari sumber penghasilan [keuangan] yang sah dan tidak melanggar hukum. GBI melarang pejabat GBI menerima persembahan ini dari sumber penghasilan yang melanggar hukum.

Pada akhir sesi, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh menjelaskan ada tiga jenis perpuluhan yang dilakukan bangsa Yahudi yaitu : 1. Persepuluhan untuk Rumah Tuhan [Imam-imam]. 2. Persepuluhan untuk kebutuhan kerohanian. Mereka melakukan ziarah ke Yerusalem 3 kali dalam kurun waktu 1 tahun.3. Persepuluhan untuk kaum miskin, janda dan yatim piatu.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab. Doa penutup dilayani oleh Sekretaris PP DPA GBI dan doa berkat oleh MP BPH GBI [Pdt. Suyapto Tandyawasesa, MTh].