Berita Bethel
Penulis: Pram (27/12/2020)

Immanuel, Allah Beserta Kita [Matius 1:23]

"Suka-cita kelahiran Yesus di hari Natal memberikan pengharapan yang besar buat umat-Nya yang telah jatuh ke dalam dosa," ujar Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh via online [24/12]. Beliau adalah pembicara pada acara "Christmas Celebration GBI Bethel Family & Network. Nats Lukas 2:10-14 menjadi pokok pembahasan kotbah Natal 2020.

Sebelum sesi kotbah, ada sesi video berdasarkan true story yakni sepasang suami-istri [Iskandar dan Mimi] yang berjuang dan bergumul dalam doa, dana karena sang istri terkena cancer sampai harus menjalani 25 kali radiasi, plus kemoterapi dan operasi dua kali. Tuhan Yesus menolong dari sisi berkat untuk pembiayaan operasi dan kesembuhan ilahi. Kini Mimi sudah sembuh total.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa Yesus Kristus hadir ke dunia dalam rupa manusia karena Ia ingin menyelamatkan manusia. Selain itu, pada situasi saat ini Natal menghadirkan berita suka-cita sebab Ia tetap bersama orang percaya. "Janji-Nya adalah menyertai kita sampai kepada akhir zaman," ujarnya.

Tiga hal yang membuktikan Ia menyertai orang percaya : 1. Ketakutan menjadi suka-cita. Namun, orang percaya tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan benar. Salah satu bukti nyata adalah Elia mendapatkan makanan melalui seekor burung gagak di Sungai Kerit, pasokan makanan buat umat-Nya ketika mereka berada di padang gurun.

Nats I Petrus 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."Suka-cita menghadirkan berkat dan memberikan kekuatan. Sebab hati yang gembira adalah obat yang manjur,"tegasnya.

2. Kesederhanaan menjadi indah. Yesus lahir di kandang domba sebab Ia adalah anak domba Allah. Tuhan akan memberikan pemenuhan keperluan orang percaya, namun bukan pemenuhan terhadap keinginan. "Mari ikuti teladan Yesus yang suka berbagi. Natal adalah berbagi kasih,"ujarnya.

3. Kemuliaan Tuhan menjadi tujuan. Hal ini mempunyai ciri-ciri yaitu ada pujian dan penyembahan, ada perubahan hidup. Ia memberikan contoh ketika orang Majus yang pulang melalui jalan lain yang berbeda dengan jalan waktu mereka datang. 

Hal ini bermakna ada perubahan hidup, misalnya mereka sebelum berjumpa dengan Yesus Kristus di kandang domba berkarakter kasar berubah menjadi lemah-lembut. Contoh lainnya, seseorang ikut terlibat dengan kuasa kegelapan setelah bertobat, mengikuti Yesus Kristus.

Penyalaan lilin oleh Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh dan Pdt. Julius Ishak, MSc. Doa penutup dan doa berkat dilayani oleh MP BPH GBI [Pdt. Julius Ishak, MSc].