Berita Bethel
Penulis: Pram (09/02/2021)

Kemurnian Iman

Sejak kedatangan Tuhan Yesus, ke dalam dunia ini 2000 tahun yang lalu, banyak sekali  orang mengikuti Dia, dari sekian banyak orang yang mengikuti Tuhan Yesus sejak dahulu sampai hari ini, ternyata  mempunyai berbagai motivasi, baik yang benar maupun yang tidak benar. Oleh karena itu, perlu ada suatu hal yang dapat menguji, apakah orang banyak yang mengikuti Tuhan Yesus benar-benar murni atau tidak ?.

Rasul Petrus  sebagai  salah  satu  murid yang  pernah mengikuti Tuhan  Yesus  menasihati kita untuk menilai kemurnian  iman kita melalui kemampuan kita untuk menerima berbagai masalah, kesulitan maupun penderitaan dalam hidup, yang menurut Alkitab digunakan istilah “berbagai- bagai pencobaan”.

Ketika persoalan  dan masalah datang mendera, apakah kita bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan atau kita tetap bersyukur dan melihat masalah-masalah  itu sebagai cara Tuhan memurnikan iman kita dan membawa  kita ke level lebih tinggi ?.

Penantian orang percaya untuk menerima keselamatan kekal merupakan sebuah penantian panjang dalam kehidupan  ini. Dunia yang sudah dirusak oleh dosa dan iblis yang merajalela menyebarkan  berbagai kemaksiatan dalam hidup ini, merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh setiap orang percaya.

Itu sebabnya, seringkali terjadi bahwa orang percaya mengalami permasalah dan kesulitan di hidupnya karena imannya kepada Tuhan.  Tetapi hendaknya kita tetap bersyukur dan bersukacita di dalam Tuhan, meskipun ada salib yang dihadapi oleh orang percaya, karena Allah mempunyai maksud untuk mengijinkan penderitaan dan kesulitan itu dalam hal mengadakan pemurnian terhadap iman dan percaya kita kepadanya.

Petrus menggunakan sebuah ilustrasi tentang proses pemurnian itu dengan menggunakan gambaran tentang emas yang harus dimurnikan dengan api, sehingga kemurnian  emas itu semakin nampak.

Demikian juga dengan iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan harus melewati masa-masa yang sulit, dimana kesabaran, kesetiaan, ketulusan dan kesungguhan  hati kita kepada Allah akan terus berkembang melalui pencobaan  yang Allah ijinkan.

Secara manusia sering kita merasa tidak mampu dan juga putus asa, namun Allah juga berjanji, bahwa Dia tidak akan membiarkan  kita dicobai  melebihi kekuatan  kita, karena  Allah pasti akan memberikan jalan keluar (1 Kor. 10:13).

Pencobaan diijinkan Tuhan terjadi untuk memurnikan kita, karena itu relakan hatimu.Tantangan dan masalah  adalah cara Tuhan memproses kita untuk mencapai  kualitas iman yang diinginkannya.[Sumber : R.A.B / Pdm. Hiruniko Ruben,M.Th].