Berita Bethel
Penulis: Pram (05/03/2021)

Divine Power

“Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu” (Kisah Para Rasul 6:3).

KISAH RASUL 6 mengisahkan tentang orang-orang yang diangkat untuk menjadi wakil dari para murid untuk memimpin jemaat yang mulai berkembang. Syarat untuk dapat mengemban tugas itu terdapat dalam ayat 3, “Karena itu, saudara- saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu,yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu”. 

‘Yang terkenal baik’ dalam bahasa Yunani adalah ‘martyreo’ yang juga berarti menjadi saksi yang baik, di manapun mereka ditempatkan, termasuk terkenal baik dalam ‘tujuh puncak gunung’.

Kita harus menjadi saksi yang baik bagi Kerajaan  Allah, di manapun kita ditempatkan.  Menjadi terkenal baik dan penuh Roh Kudus.  Orang yang baik (martyreo) pasti mempunyai budaya yang baik, sebab Roh Kudus mengubah karakternya.  Roh Kudus adalah Roh kekudusan, Roh yang mengubah kita. Waktu Tuhan mengubahkan  kita, pasti kita berubah ke arah yang lebih baik.

Seperti Zakheus  yang hidupnya dijamah Tuhan. Dia yang sebelumnya korup, menjadi seorang yang baru yang dermawan. Semuanya itu bisa terjadi selama kita berserah dan mau diubahkan oleh Roh Kudus. 

Salah satu contoh orang yang ‘martyreo’ adalah Stefanus.Ia dikenal baik dan dipenuhi Roh Kudus. Ada tujuh ciri dari seseorang yang terkenal baik dan dipenuhi Roh Kudus, yaitu :

1. Penuh Roh Kudus.  Ketika kita penuh dengan Roh Kudus, hidup kita pasti diubahkan. Mulut kita tidak lagi mengeluarkan kutuk tetapi mengeluarkan berkat. Kita yang dulu kikir, menjadi murah hati.2. Penuh Hikmat. Tuhan adalah sumber segala hikmat, yang kita bisa minta kepada Tuhan. Mintalah hikmat kepada Tuhan supaya kita bisa bekerja lebih baik di manapun  kita ditempatkan.

3. Penuh Iman. Iman adalah pemberian dari Tuhan. Tanda orang penuh iman adalah, tidak takut akan apapun. Ketakutan dapat hadir dalam hidup kita karena ketiadaan iman.4. Penuh Kasih  Karunia.  Kasih karunia memberikan  pengampunan dan kemampuan untuk hidup melakukan Firman. Ampuni dan berdoa bagi orang yang menganiaya  kita.

Inilah yang dilakukan Stefanus, dia mengampuni orang-orang yang menganiaya dia dan tetap berdoa bagi mereka. Kita perlu mencontoh Stefanus, dengan mengampuni orang-orang yang menganiaya kita. Inilah  yang membedakan kita dengan dunia, yaitu penuh dengan kasih karunia.

5. Penuh Kuasa. Ketika Yesus ada dalam kita, maka hidup kita akan dipenuhi kuasa dan mujizat.6. Penuh Firman. Hidup kita harus penuh dengan firman Allah, sebab firman Allah adalah satu- satunya harta yang berharga dalam hidup ini.

7. Penuh Kemuliaan.  Hiduplah dengan penuh kemuliaan, dan jangan menyia-nyiakan hidup dengan melakukan dosa.Marilah kita menjadi saksi Kristus yang dipenuhi oleh kuasa ‘divine power’ supaya kita menjadi terkenal baik (martyreo) dan dipenuhi Roh Kudus.Hidup kita pasti berbeda dengan dunia, dan lewat itu semua, nama Tuhan dipermuliakan.

Kuasa Roh Kudus mengubahkan kita menjadi saksi Kristus yang menggarami dan menerangi dunia. [Sumber : R.A.B - Pdt. Dr. Ir. Timotius  Arifin Tedjasukmana, DPM/Foto : Ilustrasi].