Berita Bethel
Penulis: Pram (29/04/2021)

PI dan Pemuridan adalah Penentu Tingkat Spiritualitas

Membangun Semangat, Mindset, dan Budaya  Memuridkan & Mengabarkan Injil merupakan tema Seminar Online Pendalaman Hasil Survei Nasional Spiritualitas 2021. Acara ini digelar oleh Bilangan Research Center [27 - 28 April 2021].

Pembicara pada hari pertama yaitu Handi Irawan D,MBA, M.Com [Ketua Bilangan Research Center], Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh [Ketua Umum BPH GBI/Sinode GBI] dan Michael Densmoor, MA [Pendeta Gereja Reformed Injili Indonesia]. Sekitar 760-an peserta mengikuti acara ini.

Handi Irawan D,MBA, M.Com mengatakan dari hasil analisa 7 dimensi pengukuran indeks spiritualitas menunjukkan bahwa dimensi PI dan pemuridan adalah dimensi yang paling penting membentuk tingkat spiritualitas. Sementara itu, berdasarkan hasil survei, indeks spiritualitas dari dimensi PI dan pemuridan paling rendah dibandingkan dengan indeks dimensi yang lain.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa gereja kecil [jemaat di bawah 100 orang] dan gereja skala menengah [jemaat 100 - 300] menunjukkan tingkat indeks spiritualitas dimensi PI dan pemuridan yang lebih tinggi dari jemaat di gereja besar [jemaat > 1.000 orang].

Sesi kedua, nara sumber adalah Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh. Ia mengatakan PI dan pemuridan adalah faktor penentu tingkat spirituaslitas. "Namun, gereja-gereja kurang menekankan dua hal ini, jemaat kurang rela [partisipasi] untuk lakukan hal itu, " ujarnya.

Padahal, menurutnya sesuai dengan Amanat Agung, orang percaya harus melakukan hal itu. "PI dan Pemuridan seharusnya bukanlah sebuah program, salah satu dari banyak program lainnya, tapi harus menjadi program utama yang dikerjakan gereja,"tegasnya. Hal itu penting, sebab Ketua Umum BPH GBI ini menegaskan PI dan pemuridan tidak cukup dikotbahkan pada hari Minggu di gereja.

Kemudian, ia memaparkan secara singkat program gerejanya untuk menumbuhkan iman jemaat melalui cara Diagram Pertumbuhan Rohani Murid Kristus :  SMK I - SMK IV. "Persiapkan bahan-bahan untuk mentoring dan  pelatihan juga. Pelayanan Pemuridan dimulai dari keluarga," pungkasnya.

Michael Densmoor, MA selaku pembicara pada sesi ketiga mengatakan berdasarkan pengamatannya bahwa [kepedulian] orang percaya terhadap pemuridan masih sedikit. "Gereja banyak mengajarkan doktrin, tapi tidak berakar untuk jemaat," tegasnya.

Para pembicara pada hari kedua yaitu Bambang Budijanto, PhD [Ka. Pembina Bilangan Research Center], Pdt. Gomar Gultom, MTh [Ketua Umum PGI dan Dewan Penasehat Bilangan Research Center], Rahmiati Tanudjaja, ThM, D.Miss [Dosen STT SAAT].