Berita Bethel
Penulis: Pram (22/07/2021)

Syarat Mewariskan Iman

Pewarisan iman akan berhasil jika ada kesiapan seorang Bapa sebagai pewaris dan kesediaan anak sebagai ahli waris. Seorang Bapa harus menjadi pembangun legacy dan terus membangun hal ini dan mempersiapkan legacy kepada keturunannya.

Dasar pewarisan iman yaitu Pertama, Hakim-hakim 2:10-11 Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.2:11 Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.

Kedua, Amsal 13:22  Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.Contoh pewarisan iman adalah Abraham kepada Ishak, lanjut kepada Yakub. Eunike lanjut kepada Timotius. 

Syarat-syarat legacy masing-masing : 1. Memiliki iman yang teguh seperti mengasihi istri seperti tubuhnya sendiri [Efesus 5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri], menjaga kekudusan pernikahan [Ibrani 13:4].

2. Memiliki karakter seperti Kristus. 3. Visi lahirkan keturunan ilahi [Maleakhi 2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya]. Materi diambil dari pemaparan Pdt. Hengky So, MTh saat menjadi nara sumber Konferensi Bapa Sepanjang Kehidupan dengan tema “L E G A C Y”  via Zoom.