Berita Bethel
Penulis: Pram (15/08/2021)

Setia Sampai Akhir Tanpa Berubah

“Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada” [II Tawarikh  24:2]. Firman Tuhan tentang kasih Raja Yoas yang menarik. Ketika ia berumur 7 tahun, ia dinobatkan menjadi raja dan memerintah di Yerusalem selama 40 tahun. Raja Yoas menggantikan  ratu Atalia, atas jasa imam Yoyada [II Tawarikh 23]. Iman Yoyada begitu luar biasa mempertahankan kehidupan raja Yoas di hadapan Allah dan manusia.

Keberhasilan raja Yoas sepenuhnya karena didikan  dan arahan yang benar dari Imam Yoyada kepadanya, II  Tawarikh 24:2. “Yoas melakukan  apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada.”

Mengapa hanya sampai hidup imam Yoyada  ia melakukan  yang benar ?. Ternyata topangan yang kuat dari imam Yoyada  tidak membuat raja Yoas menjadi dewasa baik secara pribadi maupun rohani, ia tidak berkembang karena ia tidak mengalami Tuhan secara pribadi.

Selalu ada imam Yoyada disampingnya yang mengalami alih apa yang ia ingin lakukan kepada Tuhan, 2 Taw. 23:8-21; 24:6-12. Tidak ada yang salah dengan semuanya itu. Namun, ketidakdewasaan  Yoas secara pribadi, maupun di dalam Tuhan mengakibatkan kejatuhannya dari puncak kejayaan setelah kematian imam Yoyada, tragis ! [2 Tawarikh 24:15-17].

Raja Yoas  kehilangan  pegangan, ia mulai mengikuti  nasehat dari pemimpin-pemimpin Yehuda. Mereka  meninggalkan  Tuhan,  Allah nenek moyang mereka. Mereka mulai beribadah kepada patung-patung dan tiang- tiang berhala. Sangatlah disayangkan, Raja Yoas tidak belajar mengenal Tuhan Allah secara pribadi.

Ia tidak bertumbuh, ia tidak mengalami lawatan Allah secara pribadi. Ia membiarkan  dirinya terbawah arus mengikuti orang-orang  yang tidak percaya dan takut akan Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Dan lebih tragis, Raja Yoas memerintahkan agar rakyat melontari anak imam Yoyada yaitu Zakaria sampai mati. Pada saat itu, Zakaria di utus oleh Allah untuk memperingati raja Yoas karena ia meninggal  Tuhan Allah nenek moyangnya. Akibat ketidaktakutnya Raja Yoas kepada Allah,  maka ia mengalami hal tragis dihidupnya. Ia mati di bunuh di tempat tidurnya oleh pegawai-pegawainya dan mati tidak dikuburkan di pekuburan raja-raja.

Bagaimana dengan iman kita ?.Apakah kita seper ti raja Yoas ?. Banyak orang percaya di saat ini  hanya menempel kepada iman orang lain, tidak pernah mau dewasa dalam Tuhan. Melewati masalah selalu mencari orang-orang tertentu yang akan memberikan solusi bagi hidup mereka. Dan ketika topangan dari orang-orang tersebut hilang, imam merekapun mulai goyah dan hilang.

Saudara, apakah kita bisa tetap setia dan taat kepada Tuhan sampai akhir ?. Apakah kita tidak berubah sedikitpun, disaat orang-orang ter tentu juga masih ada untuk kita? Mari renungkanlah dan terapkan firman ini dalam kehidupan kita. Amin !. Mintalah kepada Tuhan agar kita diperbaharui menjadi dewasa di dalam dia. [Sumber : RAB-Heny Saya].