Berita Bethel
Penulis: Pram (04/10/2021)

Mengelola Hati

“Katanya lagi: Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajisakan, sebab dari dalam,dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan” (Markus 7:20-22).

Mengelola hati adalah tugas yang  tidak  boleh  dianggap sepele dalam hidup  kita. Hal ini didasarkan pada fakta yang  unik tentang hati; yakni  sulitnya  memprediksi bagaimana  hati  itu ditebak.

Hati memiliki kecenderungan-kecenderungan seperti dijelaskan di ayat renungan hari ini. Hati bisa  menimbulkan orang memiliki pikiran jahat,  tetapi  di sisi lain hati juga  mampu mendorong seseorang untuk  melakukan hal-hal  yang baik. Pada dua  posisi  inilah penting bagi kita untuk mengelola hati.

Hati berhubungan dengan cara  kerja  pikiran manusia; dalam ayat di atas disebutkan dari hati timbul segala pikiran jahat,  percabulan,  dan lain-lain. Kalimat ini menggambarkan bahwa hati menggerakkan  bagian-bagian manusia yang  terlihat  dan  tak terlihat  untuk  mengerjakan sesuatu.

Hati mendorong manusia memikirkan, apakah pikiran yang  baik atau  pikiran yang buruk,  semua didorong oleh hati. Lebih lanjut kalau kita perhatikan hati jugalah yang mendorong semua tindakan dan perilaku manusia. Maka tidak  ada  satu  perilaku  manusia yang  lepas dari dorongan hati nurani. Karena  itu diperlukan cara  bagaimana mengelola hati sehingga dapat menghasilkan hidup  yang  lebih baik dan  menyenangkan.Untuk dapat mengelola hati beberapa hal kita dapat lakukan dengan baik yakni:

Pertama, menjaga hati dan pikiran tetap waspada. Dalam kitab 1 Petrus 1:13 disebutkan sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia. Kewaspadaan akan  menuntun hati dan  pikiran kita melakukan hal-hal  yang  baik; dan akan  terhindar dari  dosa dan  pelanggaran. Karena  itu dalam rangka mengelola hati dan  pikiran seharusnya kita waspada menggunakan hati dan pikiran; sebab hati bisa kearah yang baik bisa pula kearah yang buruk.

Kedua, memastikan hati kita lurus dihadapan Tuhan. Dalam kitab Yakobus 1:8 disebutkan bahwa orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. Teks  ini mengandung  pengertian dan  pemahaman bahwa setiap hati kita harus lurus dan  dan  tidak boleh  mendua hati. Kita harus memutuskan keberadaan hati kita lurus dihadapan-Nya  dengan memilih  melakukan apa  yang  dikehendaki Tuhan.Lebih jauh  lagi kita tidak boleh  mendua hati, artinya kita tidak mungkin mengerjakan segala sesuatu dalam double standard. Selalu kita harus memilih apa yang menjadi keinginan Tuhan.

Ketiga, kita  harus  melakukan detoks  hati.  Dalam  Amsal  4:23 disebutkan jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan. Ini memberikan indikasi  bahwa salah satu  yang  harus dilakukan ialah  mengeloka hati. Menjaga hati  sama artinya  dengan memastikan agar  hati  kita  tidak tercemar dengan hal-hal  yang  buruk;  tidak terkontaminasi dengan hal- hal yang  yang  salah. Maka dengan melakukan detoks hati kita sedang mengelola hati kita dengan mengarahkan kepada hal-hal yang  terbaik.

Bahan Pendalaman : 1. Bagaimana cara kita mengelola hati tatkala dihadapkan dengan situasi sulit ?.2. Menurut anda bagaimana peran Roh Kudus dalam pengelolaan hati? Apa tugas kita dan bagaimana bagian Roh Kudus ?.

Doa : Bapa di Sorga ajar kami untuk menjaga dan mengelola hati kami dengan benar, agar berkenan bagi-Mu Tuhan. Ampuni kami jika selama ini hati kami kotor dan tidak lurus di hadapan-Mu Tuhan.

Tuhan kita adalah  Allah yang  hidup dan memiliki   perasaan yang  sempurna. Dia tahu rancangan yang  terbaik bagi  anak-anak-nya yang  mengasihi Dia. Tugas mengelola hati adalah  tanggung jawab semua orang  percaya. Kebenaran-Mu dan memiliki hati yang bersih.  Amin. [Sumber : RAB - Pdt. Dr. Purim Marbun, M.Th.