Berita Bethel
Penulis: Pram (21/11/2021)

Berantas Mafia Pangan !

Masalah pangan yang terjangkau mendapatkan perhatian penting dari BPP GBI [Badan Pekerja Pusat Gereja Bethel Indonesia] melalui salah satu  Departemen Pelayanan Masyarakat [Pelmas]. Usai sambutan singkat Pdt. Didimus dari Pelmas, sesi dilanjutkan dengan sambutan singkat Sekretaris Umum BPP GBI, Pdt.dr. Josafat Mesach. MTh melalui daring pada acara webinar Departemen Pelmas BPP GBI dengan tema Kemandirian Pangan

Pdt.dr. Josafat Mesach. MTh menyoroti mahalnya harga pangan disebabkan mafia pangan yang menjual pangan dengan harga tinggi. "Mafia ini harus diberantas, agar harga pangan menjadi murah," tegasnya. Menurutnya, gereja selain melaksanakan Amanat Agung, perlu juga menjalankan mandat budaya setelah masa penciptaan selesai seperti tertulis pada nats Kejadian 1:28, Kejadian 2:15.

Lebih lanjut, ia menegaskan bila mandat budaya di atas dilaksanakan dengan baik maka dunia akan aman dan terkendali, tidak terjadi perubahan iklim, tidak ada eksplorasi [isi bumi] secara berlebihan.

Sembari memperkenalkan salah satu program Departemen Pelmas, Sekretaris Umum menyampaikan bahwa Pelmas mempunyai program yakni hybrid project, be green. Program ini mendorong jemaat di sekitar gereja, setidaknya sekitar 200 meter-an dari gereja menanam tanaman berupa buah-buahan dan tumbuhan bermanfaat lainnya. " Pelmas punya program lainnya seperti Be Volunteer Agro, ahli-ahli di bidang perkebunan, pertanian, perikanan," katanya. 

Ia pun membagikan perjalanannya ke Limuru, Nairobi, Kenya guna menghadiri konferensi perubahan iklim. "Umat Tuhan harus aktif memelihara bumi, "pungkasnya.

Para nara sumber terdiri dari Pdt. Ir. Bebas Pinem, MTh [House of Bread, Associate Senior Pastor] membahas Pertanian Terpadu. Pdt. Suwito Adi, SPAK [Ketua BPD GBI Lampung, Gembala GBI DWT] mengusung topik tentang Tabulapot. Pdp. Timotius HD Tomatala, SE AK CA CPA MAK [Basilea Consultant, Akuntan Publik] berbicara tentang Peningkatan Kapasitas UMKM. Selaku moderator acara : Yusak Utomo.