Berita Bethel
Penulis: Pram (21/12/2021)

Kasih Kristus Menyatukan Usia, Profesi & Etnis

Natal GBI Se-Dunia dipancar-luaskan ecara daring [Senen, 20/12] dari GBI Stairway Bandung, Jawa-Barat dengan tema utama Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan [I Petrus 1:22]. Perayaan Natal dibuka dengan persembahan pujian dari gereja-gereja lokal GBI Stairway, Bandung, GBI Menoreh [Manado], GBI Aisisi Pekanbaru [Riau], GBI Palangkaraya [Kalimantan Tengah], dan GBI Rock Sorong Raya [Papua] dengan mengenakan pakaian adat setempat

MC Andi Otniel [GBI Jakarta] dan Jessica Abraham [GBI Stairway, Bandung]. Sekum BPP GBI Pdt. dr. Josafat Mesach, MTh hadir dengan membuka acara sembari diiringi dengan alat musik khas yakni angklung. Kegiatan-kegiatan aksi sosial gereja-gereja lokal GBI di berbagai wilayah Nusantara buat masyarakat dipublikasi melalui foto-foto dan video. Ketua BPD GBI Propinsi Jawa-Barat hadir secara onsite dengan membacakan Pengakuan Iman GBI.

Pdt. Yohanes Nahuway, MTh sebagai pembicara pertama melayani Firman Tuhan dengan mengutip nats Injil Matius 2: 1-11. Mengawali kotbahnya, pembicara menyatakan rasa prihatin terhadap gereja-gereja tertentu yang memberikan anggaran buat SM, Remaja dengan porsi terbatas. Hal ini menurut pengamatannya termasuk penempatan ruangan SM di lokasi-lokasi yang tidak nyaman. "Tempatkan anak-anak muda di gereja pada posisi pelayanan yang tepat," ujarnya.

Tiga poin penting pada inti kotbahnya, yaitu : 1. Yesus Kristus menjadi jembatan bagi berbagai kelompok usia : Matius 2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. 2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu ?.  Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

2. Natal sebagai jembatan profesi [Matius 2:7-8]. Kaisar bertanya kepada Orang Majus dan ia ingin mengetahui soal ilmu perbintangan. "Aneka profesi ada di gereja kita. Persaudaraan dalam Kristus jangan dibatasi dengan profesi," pesannya. 

3. Natal menjembatani etnis [Matius 2:10-11]. "Orang Majus dari Timur adalah non-Yahudi, sementara Yusuf dan Maria adalah Yahudi namun mereka menerima kehadiran Orang Majus," ujarnya menutup kotbah Natal.