Berita Bethel
Penulis: Pram (10/02/2022)

Belum Puncak Kasus, Kenali 14 Gejala Varian Omicron yang Gampang Menular

Kasus harian Covid-19 di Indonesia mendekati angka 50.000. Pendorongnya: Omicron. Belum puncak kasus, kenali 14 gejala varian yang sangat menular itu.  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan, varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi sekali.   

 

"Kami belum tahu, berapa puncaknya akan terjadi di Indonesia yang perkiraan kami akan terjadi di akhir Februari," katanya dalam konferensi pers 31 Januari 2022.   

  

"Tapi, tadi kami sudah sampaikan bahwa di negara-negara lain bisa tiga kali sampai enam kali dibanding puncaknya Delta, di mana puncaknya Delta di Indonesia 57.000 kasus per hari," ungkapnya.   

  

14 ​Gejala varian Omicron Sejak teridentifikasi pertama kali di Afrika Selatan pada November tahun lalu, Omicron telah menyebar lebih dari dua bulan, yang lebih dari cukup bagi orang untuk melaporkan gejala varian ini.   

   

Business Insider, menggunakan data dari Zoe COVID Symptom Study, mencatat 14 gejala teratas dari varian Omicron. Data hingga 5 Januari lalu berdasarkan kasus varian Omicron di Inggris Raya.  Persentase menunjukkan orang yang melaporkan memiliki gejala tersebut. Berikut 14 gejala teratas dari varian Omicron, melansir Deseret News yang mengutip laporan Business Insider:   

   

Hidung berair 73 persen,  sakit kepala 68 persen,  kelelahan 64 persen,bersin 60 persen,sakit tenggorokan 60 persen,batuk terus-menerus 44 persen,suara serak 36 persen,  menggigil 30 persen, demam 29 persen,pusing 28 persen,kabut otak 24 persen,nyeri otot 23 persen, kehilangan penciuman 19 persen, nyeri dada 19 persen.   

   

Sementara lima gejala paling umum dari varian Omicron, menurut analisis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) adalah batuk, kelelahan, hidung tersumbat, pilek, dan nyeri. "Sebagian besar, 80 persen pasien, demam sembuh selama tiga hari pertama dan jika tidak, maka itu menjadi tanda infeksi sedang hingga berat yang memerlukan pemantauan ketat,” kata Dr Sonam Solanki,  Konsultan pulmonologist dan bronchoscopist, Rumah Sakit Masina, Mumbai, India, seperti dikutip livemint.com.   

  

Melansir livemint.com, Dr Harish Chafle, Konsultan senior pulmonologi dan perawatan kritis di Rumah Sakit Global, Mumbai, mengatakan gejala varian Omicron diklasifikasikan menjadi gejala yang paling umum, kurang umum, dan serius.

  

Gejala Omicron yang paling umum: demam batuk kelelahan kehilangan rasa atau bau. Gejala Omicron yang kurang umum: sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri, diare, ruam pada kulit perubahan warna pada jari tangan atau kaki mata merah atau iritasi.   

 

Gejala Omicron yang serius: kesulitan bernapas atau sesak napas kesulitan bicara atau mobilitas kebingungan nyeri dada. [Sumber : kontan.co.id].