Berita Bethel
Penulis: Pram (01/08/2022)

Jangan Menjadi Penjelajah Seorang Diri !

Misi penting Yesus Kristus untuk menyelamatkan yang hilang [Lukas 19:10] disampaikan Pdt. Chris Silitonga, M.Ed pada awal presentasinya. Ia menjadi nara sumber Webinar Training Komunitas Sel Berbasis Amanat Agung [Jumat, 29/07].

Nats utama yang dibahasnya yakni KIS 2:41-47. Dari ayat per ayat, ia menemukan Yesus Kristus mengedepankan persekutuan dan kemitraan, koneksi dan kontribusi [koinonia].

Sederet perlunya [gereja] melakukan Kelompok Sel [Kom Sel] sesuai nats di atas, sebab di dalamnya ada pembelajaran Firman Tuhan dua arah. Di kegiatan ini maka jemaat [anggota komsel] akan merasakan kesatuan hati, menikmati suasana saling mengasihi, sehati dan saling membangun dalam keluarga rohani."Kelompok sel sama-sama melakukan pujian dan penyembahan dan menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang", ujarnya. 

Lebih lanjut, nara sumber menguraikan perihal pentingnya Kom Sel bagi orang percaya yakni guna membangun relasi yang kuat dan utuh [Efesus 2:19-22]. Melalui sarana ini maka keluarga Allah bersekutu bersama umat percaya lainnya, sehingga jemaat Kom Sel akan bertumbuh secara rohani [Amsal 27:17].

Melalui Kom Sel ini, Tuhan Yesus hadir dalam persekutuan bersama dan kuasa dahsyat akan terjadi [Matius 18:19-20]. Menjadikan anggota [jemaat Kom Sel] menjadi saksi untuk dunia [Yohanes 17:20-21]. Selanjutnya, orang percaya memiliki kewajiban untuk melayani [1 Petrus 4 : 10].

Menurut nara sumber, Kom Sel bertujuan dan bermanfaat untuk menjadikan orang percaya sebagai murid-Nya [Matius 28:18-20]. Menjangkau dan menemukan jiwa-jiwa yang terhilang. Kehadiran Kom Sel di suatu wilayah akan menghadirkan Kerajaan Allah, sebagai wadah membentuk karakter orang percaya [Amsal 27:17]. 

Dari sisi karunia roh, keikut-sertaan orang percaya dalam Kom sel akan memberikan ketajaman karunia-karunia Roh Kudus untuk membangun tubuh Kristus. 

"Wadah Kom Sel akan melahirkan pemimpin-pemimpin baru, melindungi orang percaya dari pengaruh-pengaruh dunia [I Yohanes 2:15-17], belajar melayani tanpa pamrih [Lukas 17:7-10], saling mendukung dan memperoleh kekuatan [rohani], sesuai dengan Galatia 6:1-2," pungkasnya.