Berita Bethel
Penulis: Pram (13/09/2022)

Mengimani dan Melakukan Firman Tuhan

Nats:Yakobus 2:17. Mengamini dan mengimani adalah dua hal yang berbeda, walau sekilas nampak sama. Semua kita dengan mudah mengaminkan Firman Tuhan secara spontan saat diperdengarkan pengkhotbah, apalagi saat ditanya dengan pertanyaan komunikatif : ada amin, atau amin Bapak/Ibu, saudara sekalian ?.

Tapi, tahap selanjutnya adalah mengimani atau mempertanggung-jawabkan  setiap Firman Tuhan yang sudah diaminkan dalam realita kehidupan yang tidak pernah mudah.

Ada dua hal penting pada nats Alkitab diatas: Pertama, Iman yang tidak disertai perbuatan (17a)."Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan .. ".

Ketika Paulus berkata bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena melakukan hukum Taurat (Rm 3:28), ia jelas berbicara tentang perbuatan yang berbeda dengan yang dimaksud oleh Yakobus, tetapi bukan tentang iman yang berbeda.

Paulus berbicara tentang perbuatan yang dilakukan untuk menaati hukum Musa, dan sebelum manusia menerima iman akan Injil. Selain itu, ia harus berhadapan dengan orang-orang yang menilai diri begitu hebat dalam hal perbuatan-perbuatan ini sehingga mereka menolak Injil (seperti yang dikemukakan dengan sangat jelas pada bagian awal Roma 10).

Tetapi, Yakobus berbicara tentang perbuatan yang dilakukan untuk menaati Injil, dan sebagai hasil dan buah yang pantas dan wajib ada dari kepercayaan yang sungguh-sungguh akan Kristus Yesus.

Memang, untuk keselamatan jiwa kita di kekekalan adalah bukti iman kita terhadap karya Kristus di kayu salib tanpa andil perbuatan kita untuk menambahinya. Tapi, perbuatan keseharian kita adalah bukti iman kita yang dapat dilihat nyata oleh dunia ini.

Artinya, iman bukan sebatas soal setuju pada isi Alkitab  yang cocok dengan perasaan, tetapi menanggung jawabi Firman Tuhan dalam seluruh tugas panggilan hidup kita di dunia ini.

Kedua, iman yang mati (17b). "maka iman itu pada hakekatnya adalah mati". Baik Paulus maupun Yakobus sama-sama menekankan iman kepada Injil, karena Injillah satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita dan membenarkan kita.

Namun Paulus menekankannya dengan menunjukkan ketidakcukupan segala perbuatan di dalam hukum Taurat dibandingkan iman, atau bertentangan dengan ajaran tentang pembenaran oleh Yesus Kristus. Yakobus menekankan iman yang sama, dengan menunjukkan apa itu yang sesungguhnya dan semestinya dihasilkan dan dikerjakan oleh iman itu.

Jadi, iman yang mati adalah menyetujui atau mengaminkan Firman Tuhan tanpa bersedia melakukannya, atau menyetujui dengan pikiran tanpa ditindaklanjuti dengan sikap hati untuk tunduk dengan rendah hati melakukan Firman Tuhan yang diaminkan dalam realita hidup.

Aplikasi: Akibat mengimani dan melakukan Firman : Pertama, Kita Mengalami Kuasa Tuhan. Kata " Kuasa " bukan saja kemampuan berupa karunia rohani yang diberikan untuk masing-masing kita dalam mengusahakan berbagai tugas pekerjaan dan pelayanan untuk dapatkan hasil yang nampak secara materi.

Kuasa yang dimaksud adalah, kemampuan Tuhan sendiri untuk memelihara sepenuhnya keberlangsungan hidup kita dari segala bentuk ancaman marah bahaya dan malapetaka yang bisa mencelakakan hidup kita kapan saja.

Ayub 1:12.Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

Buah dari mengimani dan melakukan Firman Tuhan, kita pasti mengalami Kuasa Tuhan yang memelihara hidup kita di sepanjang waktu. Dan dengan itu kita mengimani bahwa tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa seijin Tuhan.

Seringkali kita hendak memaksakan langkah kita ke depan, tapi Tuhan cut [cegah] dengan sengaja demi maksud baik-Nya memelihara hidup dari hal yang buruk yang akan menimpa kita, karena Dia yang lebih tahu akan jalan di depan kita.

Kuasa Tuhan adalah wujud nyata garansi sorgawi untuk keberlangsungan hidup kita untuk menjalani seluruh perjalanan hidup kita.

Kuasa Tuhan adalah sebuah kepastian yang harus kita responi dengan menanggung jawabi seluruh Firman Tuhan yang disetujui ( amini).Atau dengan kalimat lain, kalau Tuhan sudah jamini kita dengan kuasaNya, maka bagian kita adalah menanggungjawabi iman kita di dunia. 

Kedua:Kita mengalami berkat Tuhan. Berkat tidak sama dengan hasil keringat, atau jerih lelah keseharian manusia di muka bumi. Karena, tidak semua hasil keringat dan hasil jerih lelah dikehendaki oleh Tuhan. Tetapi, berkat adalah hak orang yang menyukai, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan sebagai pola, aturan dan hukum dasar serta undang-undang keberlangsungan kehidupan.

Band. Amsal 10:22. Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. Kata "Berkat"  melekat pada kata Tuhan, artinya berkat hanya bersumber dari Tuhan dan dipercayakan kepada setiap orang yang menanggung jawabi pekerjaan dan pelayanannya dengan berdasarkan Firman Tuhan sebagai Buku Petunjuk Hidup-Nya.

Semua orang berhak meminta dalam doanya, mengklaim berdasarkan keyakinan agamanya, mengharapkannya dengan kerajinan usahanya. Tetapi, HAK PENUH Tuhanlah mempercayakan berkatNya kepada setiap orang yang bersedia menjadikan Firman Tuhan sebagai KESUKAAN.

Sangat mungkin siapa saja mendapatkan apa saja yang diinginkannya melalui usaha dan kerja kerasnya, tetapi berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan bisa menambahinya dalam bentuk dan jumlahnya.[Penulis : Pdt. Yusuf Sumitro, MTh].