Berita Bethel
Penulis: Pram (18/06/2015)

Tol Cipali 116.7 KM Bisa Dipergunakan


Bepergian ke kawasan Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur bakalan lebih cepat dan singkat. Pasalnya Tol Cipali sudah rampung dan operasional. Para pengusaha angkutan umum menyambut gembira hal ini. Tol Cipali (Tol Cikopo-Palimanan) adalah tol terpanjang di Nusantara dengan panjang 116.7 km. 



Namun, ada PR yang musti dipikirkan instansi terkait yaitu bagaimana perkembangan bisnis warung, resto, SPBU di jalur Pantura yang sebelumnya dengan setia menemani, melayani para pengguna jalan yang melintas. Di sisi lainnya, tol ini akan memicu pertumbuhan sektor industri seperti pabrikan baru, hotel, jasa-jasa layanan konsumen lainnya di sepanjang rute tol Cipali. Hal mendesak adalah bagaimana institusi terkait bisa memfasilitasi kepindahan para pengusaha warung, resto, SPBU di jalur Pantura masuk (pindah)  ke rest area Cipali dengan cepat dan lancar.



Fasilitas-fasilitas lain musti dipikirkan seperti pengamanan jalan tol yang panjang ini sehingga para pengguna bisa tenang, nyaman selama perjalanan. Penyediaan sarana bengkel perbaikan kendaraan juga diperlukan.



Redaksi mengutip pandangan Eka, mantan Ketua DPP Organdaseperti dirilis www.kompas.com bahwa  96 persen mobilitas orang dan barang di Indonesia sesuai geografis dan desain tata ruang tetap dipegang oleh transportasi jalan raya. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur jalan termasuk jalan tol, yang mengedepankan efisiensi perjalanan merupakan hal yang positif.



Eka berharap, perbaikan infrastruktur jalan juga diikuti dengan dukungan revitalisasi angkutan umum misalnya bus."Benar ini bisa menumbuhkan desain routing bepergian menggunakan jalan raya dengan infrastruktur yang lebih baik apalagi di tambah dengan adanya dukungan revitalisasi kepada alat angkut besar seperti bus dan truk maka pembangunan tol ini bisa lebih memberikan daya guna serta impact lebih kepada publik dan perekonomian," kata mantan Ketua DPP Organda itu. Nah, traveller, kapan anda mau mencoba melintas ?.  [Foto : www.kompas.com / Dok. Biro Komunikasi Kementerian PUPR]