Berita Bethel
Penulis: Pram (18/12/2022)

GBI Menolak Politik Identitas dan LGBT

Semakin dekat dengan tahun 2024, GBI bersikap tegas dengan menolak politik identitas.Gembala Jemaat lokal GBI tidak dilarang ikut politik, namun dia harus undur diri dari penggembalaannya. Jika ia tidak lagi menjadi seorang politikus, maka ia bisa kembali melayani sebagai Gembala Jemaat lokal GBI.

Sesuai Tata Gereja GBI, Gembala Jemaat lokal GBI yang ingin terjun ke dunia politik praktis undur diri sementara [cuti] sebagai Gembala Jemaat selama kampanye. Jika ia terpilih baru berhenti sebagai Gembala Jemaat lokal GBI.

Gedung Gereja GBI tidak diperkenankan sebagai lokasi ajang kampanye politik juga. BPP GBI  menginstruksikan kepada BPD GBI di daerah-daerah Indonesia untuk memberikan teguran kepada hamba Tuhan GBI yang menggunakan Gereja GBI untuk berpolitik.

Hal ini ditegaskan pada acara Coffee Morning BPP GBI ketika menerima kunjungan Perwamki [Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia] di Graha Bethel, Jakarta [Jumat, 09/12].

Hadir pada acara ini Ketua Umum BPP GBI [Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham], , Pdt. Naftali Untung, MTh, Pdt. Jauhar Wahyudi, Pdt. Himawan Leenardo dan Kepala Kantor [Pdp. Ina Vera Tobing], nama terakhir tidak nampak pada foto.

Berkaitan dengan LGBT, GBI dengan tegas menolak dan tidak mendukung LGBT. Hal itu berdasarkan Firman Tuhan bahwa Tuhan menciptakan pria dan wanita saja.

Namun, Ketum BPP GBI menambahkan jika Gereja GBI melayani kelompok LGBT bukan sebagai bentuk dukungan tetapi supaya mereka bertobat. Mereka harus ditolong dengan sentuhan kasih, bukan dihakimi. "Bencilah dosanya tapi bukan membenci orangnya," tegasnya.

Ketum BPP GBI juga mengingatkan agar jemaat bisa bijak ketika menerima info atau tayangan-tayangan di media sosial. Salah satunya ada banyak tayangan di media sosial yang dipotong dan dipelintir oleh orang tertentu yang tidak bertanggung-jawab.

Ia memberikan contoh : ada hamba Tuhan GBI memberi ilustrasi dalam kotbah tentang orang yang berdoa bagi kesebelasan favoritnya. Videonya dipotong seakan dia sedang berdoa syafaat bagi kesebelasan itu supaya menang.

Pdt. Dr. Rubin Adi sendiri pernah menjadi korban ketika memberikan penjelasan soal pentingnya ber-apologetika, yang diplintir seolah-olah Pdt. Rubin anti dengan para apologet.

Mengakhiri Coffee Morning dengan awak media, Ketum BPP GBI menyampaikan secara ringkas mekanisme pemilihan Ketua Umum BPP GBI baru periode 2023 - 2027.

Lebih lanjut, secara terpisah Redaksi menghubungi Pdt. Heru Cahyono melalui telepon, perihal mekanisme pemilihan Ketua Umum Sinode baru :

Sidang Majelis Daerah [SMD] di semua Propinsi di Indonesia dan BPLN di luar negeri akan menjaring Balon [Bakal calon] Ketua Umum baru dengan maksimum 5 orang. Balon akan dibawa ke MPL IV dan diputuskan mengerucut menjadi 3 Balon.

Sebelum pelaksanaan Sidang Sinode XVII di SICC Sentul, Kabupaten Bogor [23-25 Agustus 2023], akan digelar sidang MPL V [MPL terakhir] dengan memilih 1 orang Ketua Umum Sinode GBI periode 2023-2027 [21-23 Agustus 2023] di SICC Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat.

Metode yang akan dipergunakan anggota-anggota MPL pada MPL V tersebut akan melakukan doa dan mufakat untuk memilih dan menetapkan 1 orang Ketua Sinode GBI baru. 

MPL terdiri dari 140 orang anggota masing-masing Majelis Pertimbangan [MP], pengurus BPP GBI, Ketua Departemen BPP GBI, Ketua BPD GBI, Ketua BPLN, unsur Pendeta GBI dari daerah-daerah di Indonesia.

Jika tidak mencapai titik temu, maka MPL akan melakukan voting. Ketua Sinode GBI baru sebagai hasil MPL V ini akan dilantik pada Sidang Sinode XVII di SICC Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat [23-25 Agustus 2023]. Sesi dilanjutkan dengan tanya-jawab dan ramah-tamah.