Berita Bethel
Penulis: Pram (25/12/2022)

Sukacita Sederhana - Para Gembala

Tiba-tiba, tampaklah bersama-sama malaikat itu sekumpulan besar tentara surgawi yang memuji Allah dan berkata,"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi dan damai sejahtera di bumi, di antara orang-orang yang berkenan kepada-Nya."

 

Ketika para malaikat meninggalkan para gembala itu dan kembali ke surga, para gembala itu berkata satu kepada yang lain, "Mari kita ke Betlehem untuk melihat hal-hal yang sudah terjadi ini, yang telah Tuhan beritahukan kepada kita." (Lukas 2:13-15, AYT)

 

Ketika kita membaca kisah ini, mudah untuk melupakan bahwa para gembala ini memiliki apa-apa untuk diberikan kepada Yesus.

 

Para gembala bukanlah orang-orang Farisi berbudi bahasa halus yang religius, mereka bukanlah para pedagang yang kaya, dan tidak seperti orang-orang Majus mereka tidak datang dengan membawa persembahan emas, kemenyan, dan mur.

 

Orang-orang ini tinggal di bawah bintang dengan hanya memiliki pakaian pada tubuh mereka, sebuah tongkat untuk menuntun domba, dan sebuah batang untuk berjaga-jaga. Yang paling diinginkan oleh Allah adalah satu hal yang mereka harus persembahkan iri mereka sendiri.

 

Mungkinkah bahwa di tengah keheningan dan kesederhanaan hidup mereka, para gembala berada di tempat yang sempurna untuk berjumpa dan menikmati Allah?. Mungkin ketika kita menyadari bahwa kita tidak memikili apa-apa untuk diberikan kepada Allah, itulah saatnya ketika kita berada dalam posisi yang unik untuk berjumpa dan menikmati Dia.

 

Yang paling diinginkan oleh Allah adalah satu hal yang mereka harus persembahkan – diri mereka sendiri.Ketika hidup kita dipenuhi dengan hal-hal yang sangat kurang bernilai, kita kehilangan kesempatan untuk menikmati Allah.Apa sumber sukacita Anda yang paling terutama ?. [Sumber : sabda.org].