Berita Bethel
Penulis: Pram (24/06/2015)
WNA Bakal Punya Properti (Mewah)


Banyaknya tenaga ahli asing (ekspatriat) yang bekerja dan tinggal di Indonesia membuka peluang di sektor bisnis properti. Hal itu difasilitasi Pemerintah dengan diijinkannya sektor ini dibeli pihak WNA (Warga Negara Asing) khususnya apartemen mewah di lantai 2 ke atas seperti dirilis Bisnis Indonesia (Rabu, 24/6).



Menurut Bisnis Indonesia, regulasi kepemilikan ini bakalan diatur pihak Kementerian Keuangan. Pemerintah akan menggunakan izin tinggal WNA sebagai salah satu syarat kepemilikan properti. Kondisi ini dengan catatan masyarakat tetap memperoleh akses untuk mendapatkan tempat tinggal. Di bidang pajak, negara bakal mendapatkan pemasukan berupa PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah), tentunya hal ini akan menggairahkan properti di tengah situasi kelesuan ekonomi, seperti disampaikan Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito kepada Bisnis Indonesia.



Namun, menurut Redaksi beritabethel.com ada resiko-resiko lain yang harus dicermati dengan bijak sejak awal yaitu jika properti-properti dimiliki asing dalam jumlah besar, maka kondisi ini bisa "mengerek" (memicu) kenaikan harga sewa atau harga jual/beli properti mewah tersebut.Sebaiknya, Pemerintah perlu mengatur kisaran harga tanah, properti baik perumahan atau rumah susun atau apartemen sehingga harga-harga tidak "terjun bebas" sesuai dengan fluktuasi harga pasar (bebas).



Dengan demikian, pihak "wong cilik" bisa mendapatkan sandang-pangan-papan (rumah) dengan harga terjangkau. Hal ini perlu sebab negara dan bangsa bisa eksis karena ada rakyat, termasuk unsur "wong cilik" di dalamnya. Jika kebijakan Pemerintah ini berjalan dan mendapat sambutan dari pihak asing, maka sisi positifnya berarti mereka percaya situasi perpolitikan di tanah air stabil, nyaman dan aman, sehingga mendorong pihak asing untuk melakukan bisnis (investasi) di bidang properti mewah.