Berita Bethel
Penulis: Pram (18/01/2024)

Rakernas Misi 2024 : Gereja Wajib Lakukan Agenda Allah

The Mindset of a Church Planter menjadi tema presentasi Pdt. Dr. Ir. Yonathan Wiryohadi, MTh selaku Ketua II BPP GBI hadir di Graha Bethel, Jakarta [Rabu, 17/1] pada acara Rakernas 2024 Departemen Misi PGSTA BPP GBI. Tema besar acara "Pekerja Jam Terakhir". Ketua Umum BPP GBI [Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh] membuka acara dengan memukul gong [Selasa, 16/1].

Mengawali presentasinya, nara sumber menegaskan jika Gereja bergerak memberitakan [Injil] maka Gereja akan menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini dan otomatis gereja akan menjadi kesaksian. Ia kemudian membacakan nats Matius 12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Memperhatikan suatu daerah jika ada kasus-kasus sperti misalnya pelacuran, kemiskinan, narkoba, nara sumber menegaskan itu adalah ulah kuasa kegelapan yang mengikat suatu daerah itu.

Perihal Gereja, Ketua II BPP GBI menegaskan Gereja adalah institusi yang dibangun Allah sendiri, bukan oleh manusia [Matius 16:18-20 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga......"].

Berdasarkan nats itu, ia berpandangan Gereja yang dewasa akan memberikan kunci Kerajaan Surga untuk membuka pintu-pintu kerajaan kuasa kegelapan [setan] di bumi ini. "Namun, banyak gereja yang memikirkan agenda sendiri dan bukan agenda Kerajaan Allah. Gereja adalah kantor perwakilan Kerajaan-Nya. Gereja berasal dari kata ek-klesia yang semula berarti orang yang diajak sang Raja [Kaisar Romawi] untuk memikirkan nasib kotanya," ujarnya.

Ia pun menegaskan setiap jemaat minimal memegang satu kunci untuk selesaikan masalah kota, lokasi mereka tinggal [Matius 16:19]. Sesi closing, nara sumber memutarkan video layanan-layanan masyarakat yang telah dilakukan Gereja yang digembalakannya melakukan aksi sosial di wilayah Propinsi Banten berupa bedah rumah warga yang tidak layak huni, pengobatan gratis, sunat massal untuk anak-anak, kegiatan kompleks House of Blessing yang mengelola budi daya tanaman pangan, perikanan, perkebunan aneka buah dan Rumah Indonesia Sehat Hospital yang mayoritas menerima pasien-pasien BPJS.

Puncak acara adalah doa dan pengurapan oleh Pdt.Dr. Ir. Yonathan Wiryohadi, MTh kepada semua peserta yang bersedia.